Cabai dan Bawang Merah Jadi Penyumbang Inflasi Sumbar di Maret 2021

Cabai Dicat. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 1 April 2021 | 19:40 WIB

SariAgri -  Kenaikan harga cabai merah dan bawang merah menjadi penyumbang inflasi di Sumatera Barat pada Maret 2021 berdasarkan data yang dihimpun Badan Pusat Statistik setempat.

"Pada April 2021 Sumbar mengalami inflasi 0,31 persen dipicu oleh kenaikan sejumlah komoditas pangan terutama cabai merah dan bawang merah," kata Kepala BPS Sumbar Herum Fajarwati di Padang, Kamis (1/4/2021).

Menurutnya selain cabai dan bawang kenaikan tarif rumah sakit juga turut andil menyumbang inflasi pada Maret 2021. Kemudian kenaikan harga ikan gambolo, mangga, ikan tongkol, rokok kretek filter, sepeda motor dan tahu mentah.

Pada Maret 2021 Kota Padang mengalami inflasi 0,32 persen dan Kota Bukittinggi 0,31 persen. Akan tetapi pada Maret 2021 sejumlah komoditas mengalami penurunan harga di Sumbar yaitu mobil, perhiasan emas, jengkol, cabai rawit, angkutan udara, cabai hijau, telur ayam ras, jeruk, parfum dan nangka muda.

Dari 24 kota di Sumatera sebanyak 7 kota mengalami inflasi dan 17 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Bungo sebesar 0,35 persen dan terendah di Pekanbaru 0,15 persen.

Sebelumnya harga cabai merah di Kabupaten Agam, Sumatera Barat naik dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram menjelang pada pekan keempat Maret 2021 akibat berkurangnya pasokan di pedagang pengumpul.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Agam, Nelfia Fauzana mengatakan harga cabai naik Rp5.000 per kilogram akibat pasokan berkurang di pedagang pengumpul setelah petani tidak melakukan panen raya.

Selain itu cabai dari Pulau Jawa, Sumatera Utara dan lainnya tidak masuk ke Agam. "Apabila pasokan sedikit, maka harga akan naik dan ini sesuai dengan hukum ekonomi," katanya.

Demikian juga di Kabupaten Tanah Datar harga cabai merah di kalangan petani berangsur naik jelang Ramadhan 1442 Hijriah. Salah seorang petani cabai di Tanjung Baru Syafri mengatakan harga cabe di daerah itu naik secara bertahap rata-rata di kisaran dua hingga empat ribu rupiah per kilogram.

Untuk cabai merah biasa pihaknya menjual Rp36 ribu hingga Rp38 ribu ke pengepul sedangkan untuk cabai merah merek kopay dijual di kisaran Rp40 ribu hingga Rp42 ribu.

Baca Juga: Cabai dan Bawang Merah Jadi Penyumbang Inflasi Sumbar di Maret 2021
Ini Gaya Warga Rutan Marabahan Panen Terong dan Cabai

"Naiknya harga cabai sudah berlangsung sejak tiga minggu terakhir, rata-rata naik sekitar Rp2 ribu dari harga sebelumnya," katanya.

Sementara Ilham (27) petani cabai lainnya mengatakan naiknya harga cabai di kalangan petani biasanya dikarenakan kurangnya pasokan cabai dari luar daerah.

Video Terkait