Panen Manggis Gagal Karena Hujan, Petani Justru Nikmati Harga Selangit

Ilustrasi Buah Manggis (Pixabay/Magie Chai)

Penulis: Andry, Editor: Reza P - Sabtu, 3 April 2021 | 06:00 WIB

SariAgri - Musim hujan yang berkepanjangan tahun ini, menyebabkan panen buah manggis Tasikmalaya, Jawa Barat tersungkur. Buah kebanggaan masyarakat kota Santri itu tidak bisa panen, akibat gugurnya bunga calon buah manggis.

Salah satu petani sekaligus eksportir manggis Tasikmalaya Hendi mengatakan, tingginya intensitas hujan menyebabkan tanaman sulit untuk menghasilkan bunga bakal calon buah manggis.

"Silahkan cek di seluruh Puspahiang hampir dipastikan tidak ada yang panen tahun ini, kalau pun ada harganya mahal," ujarnya pasrah, Jumat (2/4).

Hendi menerangkan curah hujan yang cukup tinggi membuat tanaman sulit menghasilkan bakal calon buah manggis yang siap panen.

"Bagaimana mau panen buah, bunganya saja rontok terkena hujan," katanya.

Dalam kondisi normal, saat musim hujan dan kemarau turun sesuai perkiraan, musim panen manggis, mulai berlangsung sejak Februari hingga Juni mendatang.

Hortikultura - Ilustrasi manggis (pixabay)
Hortikultura - Ilustrasi manggis (pixabay)

Namun kini kondisi itu sulit diperoleh akibatnya rontoknya bunga bakal calon buah manggis. 

"Kondisi ini tidak hanya di Puspahing, tapi juga berlaku di Sukaraja, Ciamis, Parigi, Garut dan penghasil manggis lainnya di Priangan Timur," ujar dia merinci.

Untuk menutupi kuota ekspor manggis, para pengusaha dalam negeri terutama dari Tasikmalaya akhirnya berkelana hingga wilayah pulau Sumatera dan sekitarnya.

"Saya sekarang mencari hingga Sumbar, Sumut hingga Jateng untuk pulau Jawa," kata dia.

Akibat minimnya pasokan, harga manggis saat ini, naik dua kali lipat dibanding tahun lalu , berada di angka Rp 40 ribu per kilogram. Padahal , sebelumnya harga itu harga tertinggi untuk manggis grade A atau super, untuk kelas B  harganya  bisa lebih murah.

Berdasarkan harga terbaru, harga beli komoditas buah manggis berada di angka Rp 85-90 ribu per kilogram untuk kelas A, kemudian grade B Rp 30-35 ribu per kilogram, grade C Rp 20-25 ribu per kilogram, serta grade D di harga Rp 20 ribu per kilogram. "Kalau bees (sisa) sekarang Rp 10 ribu, dulu murah sekali," ujarnya.

Hendi mengatakan jika musim mendukung tak kurang dari 1.000 ton manggis asal Tasikmalaya berhasil diekspor ke luar negeri dengan tujuan Cina, termasuk menyuplai kebutuhan domestik ke Jabodetabek, Jatim, Jateng hingga Bali.

Baca Juga: Panen Manggis Gagal Karena Hujan, Petani Justru Nikmati Harga Selangit
Awali 2021, Jahe Sumut Kembali Hangatkan Pasar Ekspor

Namun meskipun demikian, kondisi saat ini merupakan berkah tersendiri bagi petani manggis yang tengah menikmati harga selangit meskipun pasokan seadanya.

Seperti diketahui hingga kini kawasan kecamatan Puspahiang dan beberapa kecamatan lain di kabupaten Tasikmalaya, dikenal sebagai penghasil komoditas unggulan manggis di Jawa Barat. Bahkan sejak lama, manggis Puspahiang Tasikmalaya, sudah diekspor ke negara panda Cina dan terbiasa melantai di pasar dagangan masyarakat di sana.

Video Terkait