Fantastis , Nilai Ekspor Manggis Saburai Dari Lampung yang capai 650 Milyar

Manggis Saburai dari Lampung , nilai ekspornya fantastis (Sariagri/Iwan K)

Editor: Andry - Kamis, 8 April 2021 | 18:10 WIB

SariAgri -  Salah satu komoditas buah Lampung yang  berpotensi masuk pasar ekspor, yakni manggis Saburai. Dari data Balai Karantina Pertanian Lampung, pada tahun 2019 Lampung telah mengekspor manggis hingga 32.000 ton atau  setara dengan nilai Rp 650 milyar.

“China menjadi negera tujuan yang mendominasi, selain 29 negara tujuan ekspor lainnya,” ungkap Kepala Karantina Pertanian Lampung Muhammad Jumadh di Bandarlampung, Kamis (8/4).

Hal itulah yang membuat pihak Karantina Pertanian Lampung menyatakan selalu siap memfasilitasi manggis Saburai menjadi salah satu komoditas hortikultura asal Lampung untuk masuk ke pasar ekspor. Pihak Karantina Pertanian Lampung akan mendorong komoditas manggis Saburai untuk memasuki pasar ekspor, salah satunya China.

Selain China, ekspor manggis asal Lampung juga ditujukan ke Malaysia dan Singapura, namun skalanya masih lebih kecil.Baca Juga: Fantastis , Nilai Ekspor Manggis Saburai Dari Lampung yang capai 650 Milyar
Jambu Biji Merah Sucinaraja Harganya Jatuh Justru Saat Panen Raya



Meski demikian, Jumadh mengatakan masih ada kendala Manggis Saburai dalam menembus pasar ekspor. Antara lain jumlah produksi yang belum mencukupi, kebun yang belum terintegrasi dan belum tersedianya moda transportasi yang langsung menuju negara target pasar.

“Namun dengan melihat peluang dan potensi Manggis Saburai, kami optimis. Apalagi di Kabupaten Tanggamus ada lahan Manggis yang luasnya mencapai 79.854 hektar dan produksinya hingga 35.811 ton,” ungkap Jumadh.

Buah manggis sendiri memiliki rasa yang khas serta memiliki beragam manfaat, dan kini trennya terus meningkat, sehingga pihak Karantina Pertanian Lampung terus mencoba memfasilitasi agar manggis Lampung dapat memperluas pasar ekspor, dan menembus pasar China secara langsung

“Untuk mendorong beragam komoditas Manggis Saburai menuju pasar ekspor, Karantina Pertanian Lampung bersinergi dengan beragam instansi untuk mempermudah pelaksanaan ekspor. Salah satunya dengan adanya kapal langsung yang mengangkut beragam komoditas pertanian Lampung menuju China selama tiga kali dalam sepekan,” pungkas Jumadh.

Video Terkait