Bentuk Ketahanan Pangan, Mahasiswa Latih Warga Medokan Semampir Aquaponik

Tim mahasiswa Unair memberi peralatan aquaponik untuk masyarakat Medokan Semampir. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Kamis, 6 Mei 2021 | 18:40 WIB

SariAgri - Dalam upaya membangun ketahanan pangan masyarakat di masa pandemi Covid-19, tim mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, mengadakan program kerja bidang lingkungan yaitu pemberian 1 set peralatan aquaponik. 

Kali ini sasaran pembinaan dan pelatihan aquaponik ditujukan untuk warga RW 02 Kelurahan Medokan Semampir Kecamatan Sukolilo Kota Surabaya Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Pekarangan Pangan Lestari RW 02 Medokan Semampir.

“Latar belakang program ini, terinspirasi saat melihat kondisi RW 02 yang mempunyai Pekarangan Pangan Lestari, di dalamnya terdapat green house dan beberapa kolam budidaya. Sistem penanaman sayuran yang sudah ada di green house antara lain sistem hidroponik, penanaman dalam pot, dan penanaman dengan polybag. Sistem yang belum ada adalah aquaponik,” kata ketua tim, Achmad Fajar Musyafa Nor, Kamis (6/5). 

Fajar mengatakan program kerja tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga RW 02 Medokan Semampir mengenai sistem aquaponik yang merupakan penggabungan dua metode, yakni akuakultur dan hidroponik. Selain itu, pemberian alat ini juga sebagai upaya pengembangan lingkungan RW 02 serta peningkatan perekonomian warga. 

“Selain memberikan alatnya, kami juga membantu penyusunan dan pemasangan alat aquaponik di green house RW 02. Kami juga menjelaskan cara-cara perawatan aquaponik agar dapat memberikan hasil sayuran dan ikan dengan baik,” kata Fajar.

Lebih lanjut, Fajar mengatakan pemilihan sayuran yang akan ditanam diserahkan sepenuhnya pada warga RW 02 Medokan Semampir. Tetapi, untuk ikan yang dipilih adalah ikan lele yang berasal dari hasil kolam budi daya di sana.

“Jadi, kelompok kami dan warga RW 02 sepakat memilih ikan lele untuk dipelihara dalam sistem aquaponik berdasarkan beberapa hal yaitu benih maupun induk ikan sudah tersedia dari hasil kolam budidaya di sana. Selain itu, lele merupakan salah satu ikan air tawar yang cukup toleran terhadap perubahan kualitas air. Sehingga, diharapkan proses budidayanya dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Beberapa program kerja lain yang dilaksanakan oleh tim, imbuh Fajar, antara lain adalah edukasi Covid-19, pembagian paket masker dan handsanitizer, pembuatan dan pembagian ramuan herbal untuk meningkatkan imun tubuh dan kerja bakti.

Disamping itu juga dikembangkan wirausaha pembuatan nugget dari bahan dasar ikan lele, bimbingan belajar ceria, lomba puisi dan donasi buku.

“Semoga pelatihan aquaponik benih ikan lele serta usaha produksi nugget dari hasil panen dapat terus dikembangkan dan terjaga sehingga bisa memberikan manfaat secara ekonomi bagi warga RW 02 Medokan Semampir,“ ucap dia.

Video Terkait