Selain Mengaji, Santri di Cirebon Ngabuburit dengan Budi Daya Maggot

Santri di Cirebon budi daya maggot. (Sariagri/Nurohman)

Editor: Dera - Rabu, 12 Mei 2021 | 17:00 WIB

SariAgri - Selama Bulan Suci Ramadan, santri di Kelurahan Kaliwadas, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, tidak hanya menghabiskan waktunya untuk mengaji dan belajar ilmu agama. Secara mandiri, mereka berhasil membudidayakan maggot dari lalat tentara hitam.

Tujuan budi daya ini sendiri adalah untuk mengajarkan para santri berwirausaha. Sehingga santri yang mondok di Pesantren Matholib As-suluk ini bisa memiliki keahlian dan mandiri.

Pimpinan Pesantren Matholib As-Suluk, Busrol Karim menjelaskan, aktivitas budi daya maggot ini berawal ketika para santri risih melihat permasalahan sampah di sekitar pesantren. Mereka kemudian mencoba dan memanfaatkan sampah organik tersebut sebagai media budi daya maggot.

"Dari kegelisahan soal limbah sampah organik ini, para santri mencoba memanfaatkannya untuk budi daya maggot. Alhamdulliah hasilnya lumayan," ujar Busrol Karim kepada SariAgri, Rabu (12/5/2021).

Meski dengan peralatan sederhana, para santri secara tekun menggeluti budi daya manggot tersebut. Sampai akhirnya, banyak masyarakat sekitar yang tertarik membeli manggot ini untuk pakan ternak.

"Sudah satu tahun berjalan. Banyak yang minta. Khususnya telur maggot. Kita fokus ke siklus, dari telur, ke larva, terus ke lalat," katanya.

Dia menambahkan, telur maggot lalat hitam sendiri dijual per gramnya seharga Rp6.000. Sedangkan, untuk maggotnya sendiri dijual Rp5.000 perkilogram.

"Ini kegiatan rutin di bulan Ramadan. Jadi supaya santri tidak nganggur setelah ngaji, mereka ada aktivitas lain. Para santri serius dalam budi daya maggot ini, kita terus kembangkan siklus lalat. Hingga telurnya banyak dicari masyarakat, " jelasnya.

Tidak hanya menguntungkan, diakuinya aktivitas budi daya maggot ini mampu menurunkan jumlah sampah organik. Sehingga, suasana di pondok pesantren terlihat lebih bersih.

"Kita bisa cari di pasar-pasar atau memanfaatkan sampah organik dari dapur pondok," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu santri Pesantren Matholib As-Suluk, Cikal Pangestu Ramadhan mengaku, aktivitas budi daya maggot ini sangat bermanfaat untuk para santri. Terutama, untuk mengisi waktu kosong atau ngabuburit selama bulan Ramadan.

Baca Juga: Selain Mengaji, Santri di Cirebon Ngabuburit dengan Budi Daya Maggot
Bikin Gemas, Kucing-kucing di Malaysia Pakai Baju Lebaran Selama Ramadan

Menurutnya, maggot dari lalat hitam ini bisa digunakan untuk pakan alternaif ternak. Sebab, maggot atau larva lalat hitam dipercaya mengandung protein yang baik untuk pertumbuhan hewan ternak.

"Sebagai campuran pakan, paling sekitar 30 persen maggot, 70 persennya makanan biasa," ujarnya.

Masih kata dia, telur dan maggot hasil budi daya ini sudah dipasarkan ke beberapa daerah di Cirebon. Biasanya para santri akan mengantar langsung maggot tersebut ke konsumen.

"Kita di sini sudah setiap hari panen telur, hasilnya cukup bagus," ucap dia.

Video Terkait