Bebas Pestisida, Adakah Sisi Negatif dari Sayuran Organik?

Ilustrasi - Sayuran organik.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 21 Juli 2021 | 15:30 WIB

SariAgri - Salah satu keunggulan sayuran organik adalah tidak ada penggunaan pestisida selama proses budidaya. Tak heran kalau beberapa kalangan masyarakat menjadikannya sebagai pilihan untuk mendukung pola hidup sehat.

Karena prosesnya itu, harga sayuran organik lebih tinggi dibanding sayuran pada umumnya. Benarkah mengonsumsi sayuran organik itu menyehatkan?

Guru Besar Fakultas Pertanian, IPB University, Sobir mengatakan sayuran organik memiliki efek samping. Dengan tidak adanya penggunaan pestisida selama proses budidaya, lanjut dia, sayuran organik lebih mudah terkontaminasi mikroorganisme.

"(Sayuran organik) ada efek sampingnya. Karena tidak menggunakan pestisida, seringkali terjadi mikroorganisme," ujarnya saat dihubungi Sariagri.id beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan apa yang pernah terjadi di Jerman beberapa waktu lalu di mana sayuran organik mengandung mikroorganisme e-coli.

"Kaya kejadian di Jerman dulu, ada namanya sayuran organik mengandung mikroorganisme e-coli sehingga beracun. Jadi ada negatifnya juga, tidak selalu positif," katanya.

Baca Juga: Bebas Pestisida, Adakah Sisi Negatif dari Sayuran Organik?
Tips Lengkap dari Pakar Bagi Pemula yang Ingin Mulai Berkebun di Rumah

Selain itu, tanpa penggunaan pestisida selama proses budidaya membuat penampilan sayuran organik terlihat kurang bagus karena banyak daun yang berlubang.

"Tidak adanya penggunaan pestisida membuat penampilannya nggak bagus dan di sisi lain juga menyebabkan kontaminasi mikroorganisme menjadi lebih tinggi kemungkinannya," pungkasnya.
 

Video Terkait