Ternyata, Begini Cara Mengendalikan Gulma Tanpa Bahan Kimia

Ilustrasi tanaman gulma. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 12 Agustus 2021 | 19:50 WIB

Sariagri - Gulma merupakan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman budidaya. Tumbuhan ini sifatnya merugikan karena dapat menghambat pertumbuhan, penurunan kualitas kuantitas tanaman, serta menjadi sarang hama dan penyakit.

Tak heran, kalau banyak petani yang mencari cara mengendalikan gulma yang tumbuh di sekitaran kebun. Cara paling mudah adalah dengan menggunakan bahan kimia. Namun, cara tersebut dianggap dapat memberikan efek membahayakan terhadap tanaman.

Berikut, 3 cara mengontrol pertumbuhan gulma tanpa menggunakan bahan kimia:

1. Ketahui Waktu Pertumbuhan

Gulma di lahan pertanian tidak harus selalu dikendalikan dari awal sampai panen. Pengendalian harus dilakukan pada waktu yang tepat, sehingga biaya, waktu, dan tenaga dapat lebih hemat.

Waktu yang tepat untuk mengendalikan gulma adalah waktu periode kritis tanaman, yaitu periode di mana tanaman sangat peka terhadap faktor lingkungan. Periode ini biasanya terjadi umur 1/4 atau 1/3 sampai 1/2 umur tanaman.

2. Cara Pencegahan

Pertumbuhan gulma dapat dicegah dengan cara, pemmbersihan lahan dari gulma sebelum membudidayakan tanaman. Kemudian, penyeleksian atau pemisahan biji gulma yang mungkin ikut tercampur di benih atau yang melekat pada alat-alat pertanian.

Baca Juga: Ternyata, Begini Cara Mengendalikan Gulma Tanpa Bahan Kimia
Dapat Hidup Ribuan Tahun, Akankah Rahasia Tanaman Welwitschia jadi Kunci Sektor Pertanian Masa depan?

Selain itu, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang guna mencegah kontaminasi biji gulma. Pencegahan pengangkutan tanaman, tanah maupun benda yang memberikan potensi pemindahan biji gulma maupun gulma ke lahan budidaya.

3. Menggunakan Alat Pertanian

Pengendalian gulma yang dilakukan oleh petani dengan alat-alat pertanian melalui kegiatan pengolahan tanah, pembabatan (pemangkas), penggenangan, pembakaran dan penggunaan mulsa. 

Video Terkait