Sederet Fakta Pohon Kayu Manis di Indonesia yang Jarang Diketahui

Ilustrasi Kayu Manis (Pexels)

Editor: Reza P - Selasa, 17 Agustus 2021 | 13:20 WIB

Sariagri - Mungkin banyak dari Sobat Agri yang belum tahu jika Indonesia selama ini memenuhi 85 persen pasokan kayu manis di dunia. Daerah Sumatera Barat serta Pegunungan Kerinci di Jambi merupakan pemasok terbesarnya loh. 

Tidak hanya dikenal dengan istilah cinnamon, kayu manis juga terkadang dikenal dengan sebutan the Indonesian cassi. Tanaman yang masih satu keluarga dengan cemara ini bisa tumbuh sampai 15 meter. Jika yang biasanya kamu lihat warnanya kecoklatan, warna kulit aslinya di pohon adalah abu-abu tua dan kehijauan. Hanya, kalau dikelupas, bagian dalamnya memang kecoklatan.

Petani kayu manis biasanya memanen rempah ini dengan cara mengupas kulit luarnya dulu. Setelah itu, mereka mengupas bagian dalamnya. Kulit pada bagian dalamnya inilah yang sering dijadikan rempah untuk memasak.

Lembaran kulit kayu manis ini kemudian dikeringkan dan kemudian secara alami bakal tergulung. Setelahnya, kayu manis ini kemudian dipotong-potong menjadi batang kecil atau bahkan dihancurkan jadi bubuk.

Produk kayu manis yang dipasarkan dari wilayah Indonesia dikenal dengan sebutan cassiavera atau juga Korinjii cassia. Namun sayangnya, para petani masih mendapat harga yang murah dikarenakan kayu manis ini masih berupa bahan mentah atau bahan baku.

Baca Juga: Sederet Fakta Pohon Kayu Manis di Indonesia yang Jarang Diketahui
Cerita Adit, Petani Muda Asal Grobogan yang Sukses Kantongi Cuan Puluhan Juta dari Bawang Merah

Sobat Agri bisa melihat pohon kayu manis ditemukan di area dataran tinggi. Karena alasan inilah banyak dari kamu yang mungkin masih jarang melihatnya di kawasan dataran rendah, dekat pantai, atau di kota-kota besar yang panas. Kualitas kulit kayu manis berupa aroma atau ketebalannya akan lebih baik jika tumbuh di daerah dataran tinggi.

Selain menjadi berbagai olahan makanan, kayu manis juga sering dikenal sebagai rempah yang baik bagi kesehatan. Jika kamu mengkonsumsinya secara rutin, dipercaya bisa memberikan efek anti-diabetes dan mengatasi sejumlah masalah kesehatan seperti radang sendi, gangguan perut kembung, hingga masalah jantung. Bahkan, kayu manis sudah digunakan sebagai bumbu pada zaman mesir kuno sekitar 5000 tahun yang lalu.

Video Terkait