Agribisnis Proses dari Hulu hingga Hilir, Jangan Ada Lagi Petani Latah

Ilustrasi - Buah-buahan. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 1 September 2021 | 20:30 WIB

Sariagri - Agribisnis yang digadang-gadang sebagai solusi pertanian di masa depan merupakan suatu proses dari hulu hingga ke hilir. Jika agribisnis hanya sebatas hulu akan sulit karena rantai distribusi yang panjang. Selain itu keterbatasan lahan menyebabkan petani bergabung ke tengkulak hingga akses informasi pasar yang terbatas.

“Kemudian kalau hanya kita bermain trading saja, kadang itu juga sulit untuk kita fulfillment market jadi kadang barangnya ada dan tiada, harganya fluktuatif. Kemudian saya juga punya industri, pabrik tanpa barang baku, selesai tidak bisa bersaing,” ujar Founder Cipta Agripratama, Rio Erlangga dalam webinar Intani, Rabu (1/9/2021).

Pemilik perusahaan yang bergerak di bidang hortikultura khususnya buah-buahan ini dalam mendistribusikan produk, dirinya membagi menjadi tiga pasar yaitu lokal, ekspor dan industri.

“Kenapa industri harus kita kedepankan karena industri menjadi solusi pertanian. Jadi di saat harga naik turun (produk) tidak bisa terserap, industri menjadi solusi karena kita bisa simpan massa produk ini menjadi lebih panjang atau kita bisa langsung buat produk akhirnya sekaligus,” jelasnya.

Rio mengungkapkan sistem di hulu harus terprogram dengan baik sehingga tidak ada lagi petani yang ikut-ikutan menanam komoditas yang sedang ramai di masyarakat. Hal itu, lanjut dia, akan membuat hasil pertaniannya terbuang dan harganya murah.

“Saya lihat kadang-kadang petani latah ini harusnya jangan terus dilakukan, harusnya terprogram semuanya ketemu dengan para offtaker atau dengan industri sehingga semuanya menanam di hulu semua terukur,” terangnya.

Baca Juga: Agribisnis Proses dari Hulu hingga Hilir, Jangan Ada Lagi Petani Latah
Bukan Leci, Ini Buah Nasional Jepang dan 9 Negara Lainnya

Rio menambahkan saat ini dunia pertanian sudah masuk ke zaman kolaborasi baik industri maupun hulu dan hilir. Menurut dia, solusi seperti itu bisa membuka mata generasi muda untuk membenahi pertanian di tanah air.

“Betapa luar biasanya kalau di hulu ini selalu terprogram dengan baik sehingga tata niaganya nanti akan sangat bagus baik kebutuhannya bagaimana, ekspornya bagaimana, siapa yang bermain di hilir, kita kolaborasikan bersama,” tandasnya.

Video terkait:

 

Video Terkait