Berawal dari Hobi, Pria Ini Sukses Budidaya Melon dengan Omzet Rp250 Juta Per Hektare

Rifan Nurdiansyah petani melon asal Tangerang, Banten (Youtube GSQ MUSIC)

Penulis: Dera, Editor: Reza P - Selasa, 14 September 2021 | 15:10 WIB

Sariagri - Kegiatan bertani bila dilakukan dengan sepenuh hati tentunya akan menuai keberhasilan yang tak terduga. Berawal dari hobi menanam berbagai komoditas tanaman hortikultura, membuat pria asal Tangerang, Banten ini sukses menjadi petani melon.

“Saya awalnya hobi terus berpenghasilan, kalau kita udah hobi sepahit apapun itu insya allah akan kita jalanin. Tapi kalau kita berpikirnya materi-materi, ketika kita rugi tidak akan berkelanjutan,” ujar Rifan Nurdiansyah, petani milenial asal Kp. Panameng, Desa Kaliasin, Tangerang Banten, dikutip Sariagri dari channel youtube GSQ MUSIC, Selasa (14/9/2021).

Pria kelahiran tahun 1991 ini menceritakan bahwa awalnya dia menanam komoditas terong dan cabai namun dia mengalami kegagalan. Setelah itu, dia pun bangkit dan menanam timun suri untuk mengumpulkan modal.

“Saya cari modal dulu dari tanam timun suri, setelah menanam timun suri dua tahun terus lanjut ke melon. Saya waktu itu bermodalkan uang Rp22 juta, alhamdulillah dapet Rp40 juta lebih,” jelasnya.

Pada awal memulai berbudidaya melon dia pun sempat mengalami kerugian akibat tanaman melonnya terkena jamur karat daun. Menurutnya, budidaya melon tidak memerlukan waktu yang lama hingga mencapai masa panen yaitu dua bulan 10 hari tergantung dengan jenis melon yang ditanam.

“Saat ini saya tanam hanya dua bulan lima hari bisa dipanen yang penting kondisi tanamannya sehat, nutrisinya cukup insya allah bisa dipanen,” jelasnya.

Rifan mengungkapkan bahwa pasar untuk komoditas melon di daerahnya masih cukup luas, bahkan, kata dia, saat ini melon di Tangerang kebanyakan didatangkan dari luar daerahnya.

“Pasar dikita itu sangat luas, Tangerang. Kebanyakan di kita dari luar daerah dari Jawa ada yang dari Sumatera nah kita di sini diuntungkan langsung di pasar, hari ini petik sore bawa ke pasar selisihnya lumayan,” terangnya.

Rifan menyebutkan untuk bertani melon pada satu hektare lahan membutuhkan modal sebesar Rp40-Rp50 juta dengan metode penanaman bedengan. Dikatakannya, keuntungan yang didapat dari menanam melon dengan lahan seluas itu bisa mendapatkan Rp250 juta.

“Kalau kita tanamnya maksimal di lahan satu hektare aja, rapat tanamnya dari bedengan ke bedengan insya allah Rp250 juta itu dapat, tapi yang penting kita kerjanya maksimal,” katanya.

Baca Juga: Berawal dari Hobi, Pria Ini Sukses Budidaya Melon dengan Omzet Rp250 Juta Per Hektare
Pemuda Asal Nganjuk Ini Sukses Kembangkan Benih Hortikultura Kolaborasi dengan Petani

Lebih lanjut Rifan berpesan kepada generasi muda lainnya untuk jangan malu terjun ke dunia pertanian. Menurutnya, hasil dari usaha pertanian yang didapat jauh lebih besar ketimbang bekerja di pabrik seperti yang kebanyakan anak muda lakukan di daerahnya.

“Saya maunya anak-anak muda ayo kita sama-sama, kita kan enak di sini kerja kadang jam 6 pagi start jam 9 kita selesai, lanjut lagi sekitar jam dua sampai sore. Sama keluarga juga kita bisa ketemu tiap hari ngelihat pertumbahan anak-anak kita juga senang,” tandasnya.

 

Video Terkait