Tanaman Kratom 'Mirip Opium' Dilegalkan di Negara Ini, Langsung Laris Manis di Pasar Online

Ilustrasi Tanaman Kratom. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 15 September 2021 | 12:20 WIB

Sariagri - Tanaman kratom yang mirip Opium ini masih menjadi pro dan kontra di beberapa negara terkait legalitasnya untuk digunakan sebagai obat herbal. Namun, tanaman ini telah legal di Thailand.

"Masyarakat umum dapat mengonsumsi dan menjual kratom secara legal," kata juru bicara pemerintah, Anucha Burapachaisri.

Keputusan tersebut diputuskan setelah penelitian dilakukan oleh Thailand Development Research Institute memperkirakan legalisasi kratom akan menghemat pengeluaran dari aparat hingga angka 1,69 miliar baht atau setara 50 juta dollar.

Saat ini petani di Thailand Selatan dapat menanam kratom sebagai tanaman untuk menebus penurunan harga karet. Disisi lain, usai dilegalkan, tanaman tersebut langsung laris di pasar online.

Dalam beberapa jam setelah kratom dilegalkan, Sittichai Komam pengusaha yang tidak mau menyia-nyiakan waktu langsung memasarkannya di media sosial seperti Facebook.

Ia menjual kratom ke konsumen lokal secara online. Sittichai tidak menyangka, untuk pasar Thailand saja dirinya sudah kedatangan pesanan lebih banyak daripada yang bisa dipanen oleh penduduk desa.

"Banyak penduduk desa yang lebih tua memelihara pohon kratom untuk dipanen dan dimakan daunnya. Setelah menjadi legal, saya mulai mengumpulkan dan membeli daun untuk membantu mereka mendapatkan penghasilan tambahan," kata Sittichai dikutip dari Bloomberg.

Baca Juga: Tanaman Kratom 'Mirip Opium' Dilegalkan di Negara Ini, Langsung Laris Manis di Pasar Online
Rajin Kunyah Daun Mint Rasakan Segudang Manfaat Kesehatan Ini

Di situs jual beli online Thailand, ada ratusan postingan baru menawarkan tumpukan daun segar dengan harga sekitar 100 baht atau sekitar Rp43 ribu per 100 gram.

Sekadar informasi, Thailand menghapus kratom dari daftar narkotika pada 24 Agustus. Setelah itu, pada 8 September anggota parlemen mengesahkan rancangan undang-undang untuk mengizinkan impor dan ekspor kratom. Langkah ini dilakukan mengikuti pelonggaran aturan terhadap ganja dan rami.

Video Terkait