Tips dan Trik Menanam Kaktus di Dalam Ruangan

Hortikultura - Ilustrasi Kaktus (Pixabay)

Editor: Dera - Kamis, 16 September 2021 | 15:10 WIB

Sariagri - Kaktus adalah salah satu tanaman dari anggota keluarga Cactaceae. Ada ribuan spesies kaktus yang tersebar di seluruh dunia, tapi secara garis besar kaktus dapat dibedakan sebagai kaktus gurun dan kaktus hutan.

Melansir the spruce, kaktus pada dasarnya adalah tanaman yang menyukai paparan sinar matahari langsung dengan iklim kering, terutama pada jenis kaktus gurun. Kaktus di alam liar dapat tumbuh dengan ukuran relatif besar dibanding kaktus yang dipelihara di dalam ruangan.

Secara umum batang tanaman kaktus gurun kebanyakan ditutupi duri atau rambut pada permukaan batangnya. Batang kaktus gurun juga bisa dilihat dari bentuk batangnya yang tumbuh bulat seperti bola, obelisk atau pipih seperti tongkat dayung.

Sementara kaktus hutan adalah jenis kaktus yang hidup di hutan beriklim sedang, subtropis dan tropis. Kaktus hutan biasanya memiliki bunga yang indah, salah satunya adalah kaktus Natal asal Brazil yang memiliki bunga berwarna merah, pink, ungu dan kuning.

Meski keduanya memiliki kebiasaan tumbuh yang sangat berbeda, namun kedua jenis kaktus ini merupakan tanaman yang pertumbuhannya tergolong lambat.

Cara memelihara kaktus dalam ruangan

Kaktus gurun memiliki keindahan yang unik dan tak biasa. Bahkan beberapa di antaranya memiliki bunga yang sangat indah. Menumbuhkan kaktus gurun dalam ruangan diperlukan ketelitian dan kesabaran, karena tanaman sukulen ini memerlukan waktu lama untuk berkembang dan menghasilkan bunga.

Kaktus gurun biasanya akan berbunga setelah berusia 3- 4 tahun atau lebih setelah ditanam. Berikut tips sederhana menanam kaktus dalam ruangan agar tumbuh dengan baik hingga menghasilkan bunga yang indah.

Pencahayaan

Cahaya yang kuat sangat penting untuk menumbuhkan kaktus gurun yang sehat, terutama di musim dingin. Beberapa spesies di antaranya bahkan harus terkena paparan sinar matahari langsung. Kondisi ini tentunya berbeda dengan jenis kaktus hutan yang menyukai sinar matahari yang cerah, namun secara tidak langsung.

Tanah

Kaktus gurun menyukai tanah yang lebih kering sehingga diperlukan media tanam dari bahan anorganik seperti pasir atau perlit untuk mempermudah proses drainase dan aerasi. Kaktus adalah tanaman yang tumbuh lambat sehingga media tanam tidak perlu sering diganti. Perlu diingat, ternyata banyak spesies kaktus justru akan mekar lebih baik dalam pot yang lebih kecil.

Penyiraman

Di musim panas, kaktus gurun akan tumbuh lebih cepat dan berbunga secara bersamaan. Sehingga waktu penyiraman perlu diperhatikan terutama saat tanah cepat kering. Selama penyiraman, pastikan tanaman disiram secara menyeluruh dan tidak terlalu sering. Penyiraman berlebihan justru akan membuat akar kaktus cepat membusuk.

Sama seperti kaktus gurun, kaktus hutan juga tidak boleh disiram secara berlebihan guna menghindari pembusukan akar. Jika kaktus terlanjur mengalami pembusukan, maka langkah berikutnya adalah mengambil stek baru dan mulai menanam lagi dari awal.

Suhu dan Kelembaban

Selama periode pertumbuhan aktif, kaktus gurun lebih menyukai suhu panas dan kering. Namun di habitat aslinya, kaktus juga terbiasa dengan malam yang sangat dingin.

Pupuk

Untuk kaktus gurun, gunakan pupuk khusus tanaman kaktus selama musim tanam. Sementara untuk kaktus hutan, selama musim tanam bisa diberi pupuk biasa.

Pemangkasan

Sebagian besar kaktus tidak perlu dipangkas, cukup disingkirkan tanaman yang mati atau rusak dengan gunting yang bersih dan tajam. Sangat disarankan untuk mengenakan sarung tangan pelindung saat melakukan pemangkasan guna menghindari duri kaktus yang tajam.

Baca Juga: Tips dan Trik Menanam Kaktus di Dalam Ruangan
Gampang-gampang Susah, Begini Cara Merawat Tanaman Lidah Mertua

Memperbanyak tanaman kaktus

Jika kaktus tumbuh subur dan menghasilkan cabang baru, maka dapat membuat bibit kaktus baru dengan cara memotongnya. Gunakan pisau yang bersih, tajam, dan steril, lalu kenakan sarung tangan pelindung.

Potong cabang sedekat mungkin dengan pangkalnya, biarkan di tempat yang kering selama beberapa hari. Selanjutnya, celupkan ujung yang dipotong ke dalam hormon perangsang akar lalu tanam pada media tanam yang telah disiapkan.

 

Video Terkait