Yuk Kenali 4 Jenis Daun Bawang dan Masing-masing Kegunaannya

Petani daun bawang di Desa Kanreapia, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. ( Dok.Jamaluddin Daeng Abu)

Editor: M Kautsar - Kamis, 30 September 2021 | 13:20 WIB

Sariagri - Daun bawang merupakan salah satu sayuran yang banyak dipakai untuk berbagai hidangan. Selain menambah rasa, daun bawang juga bisa mempercantik makanan lewat warna hijau di daunnya.

Namun, tahukah Sobat Agri kalau daun bawang ternyata ada berbagai jenis lho. Berikut empat jenis daun bawang yang ada di pasaran dilansir dari homestratorsphere.com

Daun bawang

Ilustrasi daun bawang. (Freepik)
Ilustrasi daun bawang. (Freepik)

Daun bawang berasal dari spesies dari keluarga Allium fistulosum. Ciri yang paling mudah dilihat adalah daun berwarna hijau, batang berwarna putih dan akar berserabut. 

Kedua bagian daun bawang ini dapa digunakan untuk berbagai jenis masakan. Bagian batang daun memiliki rasa mani, sedang bagian hijaunya lebih lembut, segar, tetapi sedikit menyengat. 

Daun bawang  sangat populer di masakan Asia, terutama tumisan. Mereka juga digunakan untuk membumbui berbagai semur, sup, dan bahkan hidangan Cajun, untuk beberapa nama.

Lokio 

Ilustrasi lokio. (Foto: Pixnio)
Ilustrasi lokio. (Foto: Pixnio)

Lokio sangat umum digunakan sebagai hiasan dan biasanya diklasifikasikan sebagai ramuan bukan sayuran. Mereka adalah bagian dari spesies yang disebut Allium schoenoprasum, yang juga termasuk makanan seperti bawang putih dan daun bawang. 

Rasa mereka agak seperti bawang putih dan sangat ringan dan lembut; namun, mereka bisa sangat kuat dan intens, jadi jika kamu menggunakan sedikit saja, mereka akan sangat berguna.

Banyak orang menaburkan kucai di atas makanan seperti telur, saus, dan bahkan kentang. Saat memasak dengan dkucai disarankan agar memotongnya dengan halus agar rasa aslinya keluar. 

Lokio memiliki daun yang terlihat seperti bilah dan dapat tumbuh setinggi dua kaki. Mereka tersedia sepanjang tahun, dan mereka biasanya memiliki bunga runcing yang berwarna merah muda keunguan, yang dapat dimakan seperti bagian tanaman lainnya. 

Tanaman ini memiliki banyak vitamin, termasuk vitamin A dan C, serta kalium dan kalsium. Mereka juga digunakan secara luas di banyak restoran mewah di seluruh dunia, berkat rasanya yang ringan namun sangat serbaguna.

Lokio memiliki daun gelap berbentuk kipas di bagian atas. Mereka rendah kalori tetapi tinggi vitamin C dan zat besi. Mereka memiliki rasa tertentu dan dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk hidangan kacang dan bahkan pasta. Kamu juga dapat menghaluskannya untuk sup kentang-daun bawang yang sempurna, yang sangat populer selama bulan-bulan musim dingin. 



Daun bawang prei

Ilustrasi prei. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi prei. (Foto: Istimewa)

Daun bawang prei sedikit berbeda dari jenis daun bawang lainnya karena tidak menghasilkan umbi. Ukurannya juga jauh lebih besar – berdiameter hingga 2 inci dan tinggi hingga 10 inci. 

Akarnya berwarna putih dan berbentuk silinder, dan sayurannya punya rasa ringan. Saat kamu memasaknya, lokio menjadi halus tetapi sangat renyah saat dimakan mentah. Jika dibandingkan dengan semua jenis bawang lainnya, daun bawang dianggap yang memiliki rasa paling manis.

Kucai 

Ilustrasi kucai. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi kucai. (Foto: Istimewa)

Kucai memiliki daun berukuran kecil memajang dan berwarna hijau terang. Sayur kucai tidak memiliki umbi meski termasuk dalam golongan Allium tuberosum

Sayuran hijau ini juga memiliki nama lain, yakni chinese chives. Konon nama tersebut berasal dari tempat ditemukannya.  Masyarakat Cina mulai memasak kucai sejak 3000 tahun lalu atau saat Dinasti Chou berlangsung, tahun 1027 hingga 256 SM, melansir laman The Spurce Eats.

Jika dibandingkan dengan bawang prei, kucai sedikit lebih tajam dan kuat rasanya. Rasa daun kucai cenderung mirip dengan bawang putih. Aromanya pun cukup menyegat dan tajam.  Biasanya kucai dicincang lalu dimasukkan dalam resep masakan Cina seperti tumisan. 

Namun seiring berjalannya waktu, kucai juga mulai digunakan dalam masakan Jepang. Potonglah kucai sebelum dicampur dalam masakan untuk melepaskan rasanya. Tambahkan kucai menjelang akhir proses memasak supaya rasa dan aromanya tidak berkurang.

Video Terkait



Baca Juga: Yuk Kenali 4 Jenis Daun Bawang dan Masing-masing Kegunaannya
5 Manfaat Petai untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Cegah COVID-19?