Sangat Menjanjikan! Pria Ini Raup Omzet Rp1,6 Miliar dengan Menanam 400 Pohon Alpukat per Hektare

Petani alpukat kalibening, Suryudin. (YouTube Tanilink TV)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Kamis, 7 Oktober 2021 | 12:40 WIB

Sariagri - Alpukat merupakan buah yang begitu populer dan disukai hampir semua masyarakat, selain memiliki rasa yang lezat, kandungan nutrisinya juga menjadi menjadi incaran masyarakat. Begitu banyak varietas alpukat yang ada di Indonesia, salah satunya adalah varietas Kalibening.

Suryudin adalah salah seorang pembudidaya alpukat Kalibening, yang tinggal di Dusun Kalibening, Desa Kebondalem, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Mayoritas masyarakat di sana berbudidaya alpukat. Mereka juga tergabung dalam kelompok tani Ngudi Rahayu, sehingga dijuluki sentra bibit alpukat terbesar di Jawa Tengah.

Dia menjelaskan yang membedakan buah alpukat kalibening dengan yang lainnya adalah dari bobot buahnya yang bisa mencapai satu kilogram per buah. Dikatakannya, pada tahun 2016 dia pun sempat mendapatkan juara dua tingkat Kabupaten terkait alpukat kalibening ini.

“Kalau kalibening bobot buahnya bisa satu kilo lebih, tapi kalau dibuat rata-rata itu delapan ons. (Kompetisi alpukat) yang dinilai itu berat buah, ketebalan daging, warna buah dan tekstur dagingnya,” ujarnya seperti dikutip Sariagri dari Channel Youtube Tanilink TV, Kamis (7/10/2021).

Suryudin mengatakan puncak panen pohon alpukat ketika menyentuh usia lima tahun untuk varietas kalibening, hasil panen yang didapatkan bisa lebih dari dua kuintal dalam satu pohon.

“(Satu hektar lahan) bisa muat 400-an (pohon alpukat) dengan jarak tanam 5x5 meter. Umur 2-2,5 tahun udah bisa berbuah, panen pertama itu sedikit dulu kisaran 10-20 butir, panen kedua 25-50 butir, maksimalnya pas umur lima tahun bisa dua kuintal lebih,” tambahnya.

Baca Juga: Sangat Menjanjikan! Pria Ini Raup Omzet Rp1,6 Miliar dengan Menanam 400 Pohon Alpukat per Hektare
Kisah Warga Koja Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Lahan Produktif Urban Farming

Jika dihitung dari 400 pohon yang ditanam bisa menghasilkan dua kuintal per pohon, artinya dalam satu kali panen bisa mendapatkan 80 ton buah alpukat. Suryudin menyebutkan harga jual alpukat per kilogram bisa tinggi dan bisa rendah, namun rata-rata harga per kilogram yaitu Rp20 ribu.

Dari situ bisa dihitung, apabila 80 ton hasil panen tersebut dikalikan Rp20 ribu per kilogram artinya bisa mengantongi Rp1,6 miliar. Dikatakan Suryudin, hasil tersebut belum dikurangi biaya perawatan, dan tenaga kerja yang membantunya.

“Budidaya alpukat sangat menjanjikan sekali,” pungkasnya.

Video Terkait