Gagal Jadi Tentara, Nanang Sukses Jadi Petani Belimbing dengan Omzet Ratusan Juta

Nanang Yusuf petani belimbing di Depok Jawa Barat.(Youtube Kementan)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:50 WIB

Sariagri - Setelah gagal dalam seleksi untuk menjadi tentara, Nanang Yusuf akhirnya menjadi petani Belimbing di Depok Jawa Barat. Sempat mengalami kesulitan saat memulai, kini Nanang sukses dalam budidaya belimbing dewa. 

"Saya daftar di beberapa Korem gagal, tapi alhamdulillah saya ditunjukin untuk mengembangkan pertanian," ujar Nanang dikutip dari Channel Youtube, Kementerian Pertanian, Selasa (19/10/2021). 

Dunia pertanian memang bukan hal baru bagi Nanang yang berasal dari keluarga petani, mulai dari kakek hingga ayahnya. Meski demikian, dia mengaku sempat mengalami kendala dalam mengembangkan bibit belimbing dewa yang diberikan Kementan.

Awal mula menjadi petani diakui Nanang tidak mudah, terutama mengembangkan bibit belimbing dewa yang belum banyak dikembangkan di Indonesia. 

"Kami belum tahu cara menanam belimbing dewa, karena ini adalah sesuatu yang baru. Namun, lama kelamaan dengan belajar dan membaca berbagai sumber alhamdulillah bisa mengembangkan belimbing dewa ini," ungkapnya. 

Kendala lain yang dihadapi Nanang dan kelompok taninya adalah keterbatasan lahan. Namun, hal itu tidak membuat dirinya putus asa dan berusaha mencari cara untuk mengatasinya. 

"Kami melakukan intensifikasi tanaman, jadi produksinya kami genjot dari yang sebelumnya cuma 500 buah menjadi 300 buah per pohon. Makanya perlu keahlian khusus untuk mengembangkan belimbing dewa ini," katanya. 

Dia mengatakan, belimbing tidak hanya memberikan keuntungan tetapi juga bisa dijadikan tanaman penghijauan pertanian kota. 

"Belimbing dewa ini sangat cocok ditanam di Depok untuk mengangkat ekonomi masyarakat dan juga sebagai penghijauan dan resapan air mengingat Depok adalah penyangga ibukota saat musim hujan," jelasnya. 

Baca Juga: Gagal Jadi Tentara, Nanang Sukses Jadi Petani Belimbing dengan Omzet Ratusan Juta
Panen Melimpah, Petani Semangka di Lamongan Buka Wisata Petik Buah Dadakan

Saat ini, Nanang bersama beberapa petani belimbing di daerahnya bisa meraup omset Rp15 juta per hari dengan permintaan rata-rata sekitar dua ton. 

"Permintaan rata-rata seharinya sekitar satu ton dengan harga Rp15 ribu per kilonya. Jadi sehari bisa Rp15 juta dan sebulan bisa Rp450 juta minimal. Kalau ada pemintaan lebih ya bisa lebih," pungkasnya. 

Video terkait: