Kisah Didik yang Usahanya Kerap Gagal, Kini Sukses Budi Daya Alpukat

Nanang memilih budi daya alpukat ketimbang yang lainnya. (YouTube)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Rabu, 20 Oktober 2021 | 17:20 WIB

Sariagri - Berawal dari kegagalan dalam beragam usaha, membuat pria asal Blitar, Jawa Timur ini mantap untuk berbudiya alpukat. Didik Nanang Setyo Putro, saat ini telah membudidayakan kebun alpukat lahan miliknya.

“Awal mula saya buat kebun alpukat ini waktu itu saya beberapa kali usaha gagal. Terakhir saya usaha plastik tapi ingin mencari hasil tahunan, setelah sharing sama teman-teman ternyata alpukat solusi untuk mendapat hasil tahunan,” ujarnya seperti dikutip Sariagri dari Channel Youtube Ijo Sumilir, Rabu (20/10/2021).

Didik mengungkapkan bahwa kebun alpukatnya di tanam sejak tahun 2017 di mana dia memilih varietas alpukat berukuran besar dan berkualitas super. Bahkan, kata dia, buah alpukatnya ada yang mencapai satu kilogram per buah.

“Ada yang beratnya (buah) 1-1,5 kilo, makanya saya terus mengembangkan alpukat ada di Blitar selatan itu satu hektare kurang, terus di daerah Rejotangan, Tulungagung ada sekitar seratusan pohon,” ungkapnya.

Dikatakannya, pohon alpukat tersebut sudah mulai dinikmati hasilnya atau dapat dipanen saat menginjak usia 2,5 – 3 tahun. Dia menyebutkan varietas alpukat yang ditanamnya antara lain markus, aligator, columbus, dan miki.

“Keuntungan menanam pohon alpukat dalam jangka waktu 2,5 – 3 tahun pohon kita bisa berbakti. Kita harus pandai melihat peluang, orang biasanya tidak mau itu biasanya menjadi peluang buat kita semua,” jelasnya.

Baca Juga: Kisah Didik yang Usahanya Kerap Gagal, Kini Sukses Budi Daya Alpukat
Budidaya Alpukat Pameling, Ibu Rumah Tangga Ini Kantongi Rp30 Juta Sekali Panen

Didik menambahkan bahwa menurut survei yang dilakukannya harga buah alpukat sangat stabil. Dia menyebutkan, semisal harga alpukat Rp10 ribu per kilogram jika dikalikan dengan 100 buah yang per buahnya mencapai satu kilogram, bisa terlihat hasil yang akan didapatkan.

“Yang jelas surveinya dulu baru nanem, kalau surveinya sudah oke lalu tanam maksimal empat tahun, kalau penanaman anda itu 100 pohon siap-siap jadi orang kaya,” tandasnya.

Video Terkait