Mengenal 3 Jenis Talas Bogor yang Menjadi Camilan Tradisional Andalan

Ilustrasi Talas Bogor yang menjadi camilan tradisonal. (Dok. Kementan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 25 Oktober 2021 | 18:10 WIB

Sariagri - Indonesia dikenal sebagai negara yang subur, tak salah jika banyak tanaman dari keluarga umbi-umbian bisa tumbuh. Salah satunya yaitu Talas Bogor yang dikenal sebagai salah satu camilan tradisional andalan dan memiliki tiga jenis.

Talas memiliki nama ilmiah Colocasia esculenta. Tanaman ini tak mengenal musim, ia tumbuh sepanjang tahun, sehingga selalu tersedia dan memiliki beberapa jenis yaitu talas mentega, talas ketan dan talas pandan wangi.

Kadungan nutrisi pada talas bogor tak kalah dibandingkan ubi dan singkong karena sama-sama mengandung nutrisi, protein dan vitamin.

Talas bogor menjadi salah satu oleh-oleh andalan para wisatawan yang melancong ke Kota Hujan. Biasanya ia dijajakan di tepi jalan, dijual per ikat, satu ikat isinya 3 sampai 10 batang, tergantung ukuran talasnya.

Secara tradisional, orang Bogor mengonsumsi talas untuk sebuah camilan. Tanaman ini diolah dengan cara digoreng atau dikukus, kemudian dilumuri parutan kelapa. Sedangkan talas kukus bisa langsung dimakan, bisa juga dicocol ke potongan gula aren.

Mengenal 3 Talas Bogor yang Menjadi Camilan Tradisional Andalan, Apa Saja?

Talas Mentega. (Istimewa)
Talas Mentega. (Istimewa)

1. Talas Mentega

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), talas mentega adalah talas yg berbatang hitam, berumbi kuning, seperti warna mentega dan tidak menggatalkan meskipun dimakan mentah. Untuk dari segi rasa, tanaman ini paling enak dinikmati dengan cara dikukus.

Talas Ketan Bogor. (Istimewa)
Talas Ketan Bogor. (Istimewa)

2. Talas Ketan

Talas ketan berbeda dengan yang lain, ia memiliki tekstur agak lengket layaknya ketan ketika usai direbus. Memiliki warna hijau muda, dan kerap membuat anakan banyak sekali.

Talas ketan dikenal dengan nama talas bogor atau talas lambao adalah hasil seleksi Balai Penelitian Pertanian di Bogor, yang dulu dikenal dengan nama Algemene Proefstation de Landbouw.

Talas Pandan Wangi. (Greeners)
Talas Pandan Wangi. (Greeners)

3. Talas Pandan Wangi

Menukil dari Kementan, talas pandan wangi memiliki wangi pandan ketika direbus. Bentuknya berwarna sedikit ungu, dan pangkal pelepahnya berwarna agak merah.

Untuk catatan saja, meski bisa dikonsumsi, umumnya talas tak dapat dikonsumsi secara langsung tanpa diolah terlebih dahulu. Dasarnya, kalsium oksalat yang terkandung dapat menyebabkan rasa gatal pada mulut, lidah dan tenggorokan. Namun, beberapa teknologi pengolahan talas bisa menurunkan kadar asamnya hingga 50 persen.

Cara Budi Daya Talas

1. Talas Bogor Tumbuh di Ketinggian 1.000 mdpl

Syarat tumbuhnya talas yaitu dengan berada du ketinggian hingga 1000 mdpl dengan suhu sekitar 21°C hingga 27°C dan curah hujan sekitar 1000 mm/tahun. Lahan yang digunakan untuk budi daya sebaiknya memperoleh sinar matahari yang penuh karena tanaman talas sangat membutuhkannya.

Talas juga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah. Namun tanah yang baik yaitu tanah yang banyak mengandung humus dan air yang cukup dengan pH atau derajat keasaman tanah sekitar 5,5 hingga 5,6.

2. Pengolahan Lahan Tanam

Tanah pada lahan tanam yang akan digunakan untuk budidaya talas di gemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul atau di bajak dengan kedalaman sekitar 20 cm hingga 30 cm. Selain bertujuan untuk menggemburkan tanah, hal tersebut dilakukan untuk menyingkirkan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang mengganggu tanaman.

Usai itu diamkan lahan selama sekitar 3 hari. Kemudian tanah diratakan kembali dan dibuatlah bedengan dengan ketinggian sekitar 20 cm.

3. Pembibitan Talas

Dalam proses pembibitan melalui dua proses yaitu dengan menggunakan tunas dan juga menggunakan umbi. Tunas untuk bibit diambil dari talas yang telah berumur sekitar 5 hingga 7 bulan yaitu tunas yang ke-2 dan ke-3.

Jika pembibitan dilakukan dengan menggunakan umbi, maka sebaiknya pilih umbi yang tumbuh dekat dengan titik tumbuh. Kemudian potong-potong dan tinggalkan satu mata bakal tunas.

Umbi yang telah dipotong-potong kemudian dianginkan terlebih dahulu dan waktu disemaikan lapisan bagian dalam irisaan dilapisi abu. Setelah bibit memiliki 2-3 helai daun maka bibit dapat dipindah tanamkan ke lahan tanam.

4. Proses Penanaman Talas

Setelah semuanya siap, segera lakukan penanaman. Pada bedengan, buatlah lubang tanam sedalam 30 cm dan beri jarak sekitar 75 x 75 cm dan lakukan penanaman.

5. Pemeliharaan Tanaman Talas

Untuk memelihara tanaman talas dilakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kompos ataupun pupuk kandang yang telah matang. Selain menggunakan pupuk tersebut, pemupukan dapat juga dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia seperti pupuk NPK, Urea, KCl dan SP-36.

Jika melakukan pemupukan dengan menggunakan pupuk kimia, pemupukan tersebut dilakukan setelah tanaman berumur sekitar 3 bulan hingga 4 bulan. Cara pemberian pupuk tersebut yaitu dengan cara ditugal sedalam 4cm-5cm dan berjarak 5 cm dari pangkal tanaman.

Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Talas Bogor yang Menjadi Camilan Tradisional Andalan
Mengenal Hama dan Penyakit Pohon Mangga

Proses penyiraman tak lepas dari pemeliharaan tanaman talas agar tumbuh positif. Lakukan penyiraman secara rutin pada pagi dan sore hari, apalagi pada musim kemarau.

6. Panen Talas

Talas sudah dapat dipanen ketika berumur sekitar 6 hingga 9 bulan, namun ada juga yang dapat dipanen setelah berumur 4 bulan bahkan ada yang dapat dipanen setelah berumur 4-5 bulan. Proses panen talas dilakukan dengan cara menggali umbi dan mencabut pohonnya kemudian potong pelepahnya sepanjang 20-30 cm dari pangkal umbi. Lalu bersihkan umbi talas tersebut.

Video Terkait