5 Manfaat Mengonsumsi Kelor bagi Tubuh, Nomor 1 Dapat Tingkatkan Kekebalan

Ilustrasi obat berbahan dasar kelor. (Getty Images)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 29 Oktober 2021 | 18:50 WIB

Sariagri - Banyak dari Kita sering menemukan suplemen kelor, berupa bubuk, kapsul, dan ekstrak saat ketika ke apotek. Mungkin menjadi pertanyaan apakah harus menambahkannya ke dalam makanan sehari-hari.

Suplemen kelor diketahui mengandung ekstrak dari moringa oleifera, dikenal sebagai pohon lobak, pohon paha, dan pohon minyak ben, yang berasal dari India.

Hampir semua bagian pohon kelor, termasuk akar, biji, polong, dan daunnya, telah digunakan sebagai makanan, obat tradisional, atau pakan ternak sejak zaman dahulu.

Namun penelitian baru-baru melihat nutrisi kelor dapat bermanfaat bagi kesehatan, kata Lon Ben-Asher , RD, LDN, spesialis nutrisi dan pendidik di Pritikin Longevity Center.

Kelor merupakan tanaman bergizi yang dapat menawarkan beberapa manfaat kesehatan, seperti kekebalan yang lebih kuat dan peningkatan gula darah, tekanan darah, dan kadar kolesterol.

Ia juga mengandung beberapa nutrisi yang terkait dengan kesehatan yang lebih baik, dan penelitian awal pada model hewan dan kultur sel menunjukkan sebuah harapan. Tetapi penelitian lebih lanjut pada manusia diperlukan untuk lebih memahami manfaat dan risikonya.

Kandungan Nutrisi Kelor

Nutrisi pada kelor. (The Insider)
Nutrisi pada kelor. (The Insider)

Sebagian besar penelitian menjabarkan banyak manfaat kelor pada hewan maupun manusia. Bahkan lebih banyak percobaan skala besar dilakukan ke manusia, ternyata kelor begitu bermanfaat.

Berikut adalah 5 Manfaat dari mengonsumsi kelor bagi Tubuh

1. Kelor Dapat Meningkatkan Kekebalan

Moringa mengandung nutrisi yang telah terbukti dapat meningkatkan kekebalan tubuh . Misalnya, kelor adalah sumber nutrisi seperti vitamin A, B1, B2, B3, dan C , yang meningkatkan kekebalan dengan melindungi sel dari penyerang dan patogen, kata Ben-Asher.

Sementara efek kelor pada kekebalan belum dipelajari secara ekstensif pada manusia, sejumlah penelitian pada hewan menunjukkan bahwa ekstrak kelor meningkatkan fungsi kekebalan pada tikus.

2. Kelor Dapat Membantu Mengontrol Gula Darah

Kelor mungkin bermanfaat bagi penderita diabetes karena mengandung glukosinolat, yang merupakan senyawa nabati yang mungkin dapat membantu mengatur kadar gula darah, kata Ben-Asher.

Menurut penelitian di 2019, hewan yang mengonsumsi kelor telah menunjukkan hasil yang kuat, tetapi penelitian pada manusia masih terbatas untuk disimpulkan.

3. Kelor Dapat Membantu Mencegah Kanker

Glukosinolat dalam daun kelor memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu mengurangi risiko kanker. Ketika tubuh mencerna glukosinolat, itu mengubahnya menjadi senyawa yang disebut isothiocyanates.

Penelitian pada hewan dan kultur sel telah menunjukkan bahwa isothiocyanate dapat menahan perkembangan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh.

4. Kelor Dapat Meningkatkan Kesehatan Jantung

Penelitian pada hewan juga menunjukkan bahwa kelor dapat meningkatkan kesehatan jantung. Kelor mengandung senyawa tanaman yang dikenal sebagai sterol dan quercetin, yang dapat membantu mengurangi tekanan darah dan kadar kolesterol.

5. Kelor Dapat Meningkatkan Kesehatan Tulang

"Kelor adalah sumber kalsium dan fosfor yang baik, yang merupakan nutrisi yang meningkatkan kekuatan, struktur, dan integritas tulang Anda," kata Ben-Asher. Asupan kalsium yang sehat – sekitar 1.000 hingga 1.200 miligram per hari dapat membantu mencegah keropos tulang dan penyakit seiring bertambahnya usia.

Efek samping dan Risiko pada Kelor

Kelor telah terbukti paling aman jika mengonsumsi daun dan bijinya sebagai makanan. Bahkan dosis tambahan 5 sampai 10 gram ekstrak atau bubuk kelor per hari umumnya dianggap aman.

Baca Juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Kelor bagi Tubuh, Nomor 1 Dapat Tingkatkan Kekebalan
Segudang Manfaat Luar Biasa Daun Kelor yang Mengejutkan

Namun, banyak manfaat kesehatan yang terkait dengan kelor dihitung berdasarkan konsumsi 100 gram daun kelor kering per hari, yang sulit dicapai karena rasanya yang pahit dan tidak enak.

Selain itu, Ben-Asher mengatakan ekstrak kelor (bukan daun) dalam dosis besar dan terkonsentrasi, seperti 20 gram atau lebih, dapat menjadi racun dan menyebabkan efek samping pada seseorang.

Video Terkait