Begini Cara Mudah Membuat Tabulampot, Cocok untuk Lahan Sempit

Ilustrasi tabulampot (imorningchores)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 1 November 2021 | 21:30 WIB

Sariagri - Bagi seseorang yang ingin menanam buah di lahan yang sempit, metode tabulampot atau tanaman buah dalam pot merupakan salah satu solusi yang bisa diterapkan. Metode ini juga sangatlah cocok diterapkan oleh kamu yang tinggal di kawasan perkotaan yang kesulitan mendapatkan lahan untuk menanam buah.

Ada berbagai cara yang dilakukan supaya budidaya tabulampot cepat tumbuh dan berkembang. Namun, beberapa orang masih merasa kesulitan dalam merawat cara ini agar berbuah. Nah, kamu ingin tahu cara menanam buah dengan metode ini agar cepat berbuah?

Begini Cara Mudah Membuat Tabulampot 

Mengenal Jenis Tanaman

Pertama-tama kamu harus mengenal jenis buah yang akan ditanam. Ada berbagai buah yang bisa kamu gunakan untuk metode ini, seperti jeruk, mangga, belimbing, sawo, dan jambu. Pasalnya, jenis tanaman tersebut ternyata cepat berbuah ketika ditanam dalam metode ini, . Di sisi lain, tanaman seperti rambutan, duku, manggis, dan kelengkeng cenderung lebih sulit berbuah di dalam lingkungan tabulampot.

Perisapan Bibit

Untuk budidaya tabulampot sebaiknya gunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif. Kelebihan bibit hasil vegetatif yaitu sifat tanamannya bisa dipastikan, karena sama dengan sifat induknya. Sehingga keberhasilannya lebih mudah diprediksi. Selain itu, bibit perbanyakan vegetatif lebih cepat berbuah.

Media Tanam

Untuk menanam buah dengan metode ini, kamu bisa menyiapkan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kompos, serta arang yang jumlahnya sama besarnya. Namun, jika bahan media tanam yang kamu siapkan dirasa terlalu asam sifatnya, kamu bisa mencampurkan kapur dolomit agar pertumbuhan tanaman lebih optimal.

Menyiapkan Pot

Usai memilih media tanam, penggunaan pot yang sesuai dengan ukuran tanaman pun menjadi kunci supaya tabulampot lebih cepat berbuah. Kamu bisa memilih pot yang terbuat dari tanah liat, plastik, semen, kayu, maupun logam yang dilengkapi dengan kaki untuk memisahkan dasar pot dengan tanah.

Penyiraman Rutin

Kamu bisa melakukan penyiraman dengan cara penyiraman setiap harinya pada pagi atau sore hari. Jika tanaman yang kamu rawat terlihat kering, kamu harus menyiramnya secara langsung, mulai dari penggunaan selang air atau gembor.

Pemangkasan

Tak hanya penyiraman, kamu juga wajib melakukan pemangkasan. Kamu bisa melakukan pemangkasan sesuai bentuk untuk mengatur postur tanaman agar seluruh bagiannya terkena sinar matahari. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemangkasan tanaman yang dilakukan terhadap tunas untuk merangsang bunga serta pemangkasan yang dilakukan pada tanaman tua.

Pemupukan

Selain menyiramnya secara rutin, proses pemupukan pun perlu kamu lakukan secara disiplin. Tabulampot dapat kamu berikan pupuk pertama kali setelah melewati proses penanaman dalam satu bulan. Setelah itu, lakukan proses pemupukan dalam waktu tiga bulan sekali.

Pengendalian Hama

Penting untuk melakukan pengendalian hama supaya hasil panen bisa lebih maksimal. Pengendalian ini bisa kamu lakukan dengan membersihkan area tanaman dari gulma ataupun semak. Namun, jika tanaman sudah terserang hama, kamu bisa memanfaatkan pestisida organik serta menghilangkan serangga ataupun memangkas dahan yang terkena penyakit agar tidak menjalar.

Baca Juga: Begini Cara Mudah Membuat Tabulampot, Cocok untuk Lahan Sempit
Namnam, Buah Khas Keraton Yogyakarta dan Solo yang Kaya Nutrisi

Pergantian Pot dan Media Tanam

Jika ukuran tanaman sudah mulai membesar, kamu sebaiknya memindahkannya ke pot baru dengan ukuran yang lebih sesuai. Proses pemindahan ini bisa bersamaan dengan penggantian media tanam agar hasilnya lebih maksimal.

Ketika melakukan pemindahan tanaman, kamu pun bisa memangkasnya, seperti pada bagian batang dan daun untuk mengurangi penguapan serta pada bagian akar yang terlalu panjang supaya media tanam tidak terlalu padat.

Video Terkait