Intip Yuk, Begini Cara Mudah Budidaya Daun Bawang

Ilustrasi daun bawang. (Freepik)

Editor: Dera - Selasa, 2 November 2021 | 12:50 WIB

Sariagri - Daun bawang biasanya menjadi pelengkap di akhir masakan untuk memberikan wangi dan rasa gurih yang nikmat. Tak heran jika banyak orang mencoba untuk membudidayakannya. 

Sebelum memulai budidaya daun bawang, kamu harus mengetahui dulu karakteristik dari tanaman ini. Di mana berdasarkan jenisnya, daun bawang memiliki tiga jenis yaitu bawang prei atau look atau allium porum L, kucai atau allium schoercoprasum dan bawang bakung atau bawang semprong atau allium fistulosum.

Untuk budidaya daun bawang sebenarnya tidak memiliki persyaratan khusus untuk hidup. Dia bisa hidup di dataran rendah dan tinggi dengan ketinggian 250-1500 mdpl. Namun biasanya akan lebih bagus pertumbuhannya di dataran tinggi.

Curah hujan yang dibutuhkan berkisar 150-200 mm/tahun dan suhu harian 18-25 derajat celcius. Tanaman ini menghendaki pH netral yakni 6,5-7,5 atau jenis tanah Andosol yaitu bekas lahan gunung berapi atau tanah lempung berpasir.

Dilansir dari hortikultura.litbang.pertanian.go.id, berikut langkah-langkah memulai budidaya daun bawang.

1. Benih yang berasal dari biji atau tunas anakan atau stek tunas

Biasanya tunas anakan diperoleh dengan cara memisahkan anakan yang sehat dari induknya. Untuk benih yang berasal dari biji memiliki kelemahan yaitu waktu panen yang lebih lama jika dibandingkan tunas anakan.

2. Benih dari biji harus disemai terlebih dahulu

Sementara stek tunas dapat langsung ditanam. Namun stek tunas harus dikurangi akarnya untuk mengurangi penguapan.

Media semai berupa campuran pupuk kandang dan tanah yakni satu banding satu dan telah digemburkan. Kemudian biji disebar secara merata lalu ditutup dengan lapisan tanah tipis setebal 0,5-1 cm. Bibit pun siap dipindahkan ke lapangan setelah 2-3 helai daun bermunculan.

3. Lahan dan penanaman

Menanam daun bawang bisa dilakukan di kedalaman lahan 30-40 cm lalu ditambah pupuk kandang. Tujuannya, supaya tanah gembur yang dibutuhkan daun bawang tercukupi.

Setelah itu, siapkan bedengan selebar 1-1,2 meter dengan panjang disesuaikan kondisi lahan. Parit antar bedengan dibuat dengan kedalaman 30 cm dan lebar 30 cm. Parit itu berguna untuk memperlancar drainese supaya tidak terjadi genangan air.

Sementara untuk jarak tanam yang digunakan yaitu 20 cm x 25 cm, 25 cm x25 cm atau 20 cm x 30 cm. Posisi bibit dan tunas anakan harus dalam posisi tegak lurus.

4. Memelihara

Daun bawang berkualitas mempunyai batang semu yang berwarna putih dengan panjang kurang lebih 1/3 tanaman. Untuk mendapatkannya dibutuhkan penimbunan secara bertahap pada pangkal batang untuk menghindari pembusukan batang dan daun terutama saat tanaman masih muda.

Saat musim kemarau, lakukan penyiraman. Namun ketika musim hujan cukup perhatikan drainese supaya tidak terjadi genangan. Pemberian pupuk juga dibutuhkan dengan membuat larikan kurang lebih 5 cm di kiri dan kanan batang, dan menaburkan pupuk pada larikan tersebut dan menimbunnya kembali dengan tanah.

5. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian ulat bawang dapat dilakukan dengan mengumpulkan kelompok telur dan memusnahkannya. Untuk pengendalian dengan pestisida harus diperhatikan jenisnya, dosis, volume semprot, cara aplikasi, interval maupun waktu aplikasinya.

Untuk penyakit biasanya berupa Erwinia carotovora dengan gejala berupa busuk lunak, basah dan mengeluarkan bau yang tidak enak, dan serangan Alternaria porri (bercak ungu) yang menyerang daun.

Baca Juga: Intip Yuk, Begini Cara Mudah Budidaya Daun Bawang
Mantan Pelukis Sukses Jadi Petani Durian, Omzet Puluhan Juta

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman untuk memutus siklus hidup penyakit dan sanitasi kebun agar tidak lembab. Kondisi kebun yang kotor dan lembab menyebabkan penyakit dapat berkembang dengan cepat.

6. Masa panen dan pascapanen

Masa panen daun bawnag adalah saat berusia dua bulan. Pemanenan dilakukan dengan mencabut seluruhnya hingga akar lalu buanglah akar dan daun yang busuk. Untuk ditanam kembali, pilihlah tunas anakan yang sehat dan bagus pertumbuhannya.

Video Terkait