Ini Sederet Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Cegah Kanker

Ilustrasi labu kuning (Pexels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Rabu, 3 November 2021 | 14:10 WIB

Sariagri - Labu kuning atau nama latinnya Cucurbita moschata merupakan salah satu jenis buah yang sering dikonsumsi warga Tanah Air sebagai campuran kolak, kue, sup atau puding. Sementara di luar negeri, labu jenis ini sering diukir dan dijadikan hiasan saat perayaan Halloween.

Buah yang berwarna bulat oranye ini ternyata tak hanya mudah diolah, tetapi juga memiliki segudang manfaat untuk kesehatan tubuh. Buah ini kaya akan kandungan nutrisi, mulai dari karbohidrat, protein, sedikit lemak, macam-macam vitamin, hingga dan mineral. Selain bagian dagingnya, biji labu kunging ternyata juga dapat diolah menjadi camilan sehat yang bernilai gizi tinggi.

Ini sederet manfaat labu kuning untuk kesehatan, dikutip dari berbagai sumber.

1. Menjaga kesehatan mata

Buah satu ini merupakan salah satu sumber vitamin A yang baik bahkan kandungan vitaminnya lebih banyak dari wortel. Tak hanya itu, buah ini juga kaya akan kandungan antioksidan lutein dan zeaxanthin. Kandungan ini yang menjadikannya bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata dan mencegah terjadinya penyakit mata.

2. Membuat kulit jadi lebih lembut

Buah ini sangat baik dalam merawat kecantikan kulit karena adanya kandungan berbagai vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang diperlukan tubuh agar tetap sehat dan muda. Bahkan buah ini mampu menjadikan kulit terasa kenyal dan lembut.

Adanya kandungan betakaroten dalam labu menghasilkan antioksidan yang baik untuk menangkal radikal bebas dan mencegah radiasi dari sinar UV. Itulah mengapa makan labu berpotensi membuat tubuh menjadi lebih awet muda.

3. Cegah kanker

Kandungan betakaroten ternyata tak hanya baik untuk kesehatan kulit, tetapi juga bisa membantu mencegah kanker. Selain itu, kandungan antioksidan dari vitamin A dan C dalam labu kuning bertindak sebagai pelindung sel-sel tubuh dalam melawan radikal bebas penyebab kanker.

4. Mengatasi masalah pencernaan

Bagi orang yang mengalami masalah pencernaan, salah satu cara untuk mengatasinya adalah mengonsumsi labu kuning. Pasalnya, buah ini memiliki kandungan serat yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan gizi tubuh, dikutip dari laman UCSF Health.

Mengonsumsi buah satu ini akan membantu tubuh terhindar dari konstipasi atau sembelit sekaligus memperlancar jadwal buang air besar lebih teratur.

5. Bantu turunkan tekanan darah

Adanya kandungan kalium pada buah satu ini ternyata dapat menurunkan tekanan darah. dengan adanya asupan kalium ke dalam tubuh maka mengurangi kemungkinan kamu untuk terserang stroke, pembentukan batu ginjal dan mempertahankan kepadatan tulang.

6. Tingkatkan daya tahan tubuh

Labu kuning bermanfaat untuk menjaga sistem imun karena adanya vitamin A dan antioksidan. Kandungan ini efektif untuk membuat tubuh lebih kuat dalam melawan kuman dan virus penyebab penyakit. Tak hanya itu, kandungan vitamin C juga dapat mempercepat pemulihan tubuh ketika terkena flu.

7. Mengatasi gangguan sulit tidur

Apabila seseorang mengalami gangguan sulit tidur disarankan untuk mengkonsumsi biji labu kuning sebelum tidur. Pasalnya, dalam biji labu jenis ini merupakan sumber alami triptofan yakni salah satu jenis asam amino yang membantu meningkatkan kualitas tidur.

8. Jaga kesehatan dan fungsi otak

Adanya kandungan kolin, magnesium, serat, dan antioksidan lutein dari daging maupun biji buah ini sangat baik untuk kesehatan otak. Selain itu, kandungan tersebut juga berperan untuk menjaga kesehatan fungsi otak dan mengurangi pikun.

Baca Juga: Ini Sederet Manfaat Labu Kuning untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Cegah Kanker
Disebut dalam Alquran, Ini 8 Manfaat Labu untuk Kesehatan Tubuh

9. Jaga kesehatan jantung

Buah satu ini memiliki kandungan nutrisi kalium, serat dan antioksidan yang baik untuk menjaga kesehatan jantung. Diketahui kalium berperan dalam menjaga tekanan darah tetap stabil, sedangkan serat dan antioksidan dapat mengurangi kolesterol dalam darah.

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa dengan tercukupinya asupan serat dan antioksidan, maka bisa menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

Video Terkait