Kurangi Infeksi Penyakit Citrus Greening di Tanaman Jeruk Melalui Manajemen Waktu Pemupukan

Citrus greening atau huanglongbing. Tanaman jeruk yang terinfeksi penyakit ini dapat mengalami penurunan hasil panen. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Selasa, 9 November 2021 | 16:10 WIB

Sariagri - Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) merupakan penyakit utama pada tanaman jeruk. Sebutan lain dari penyakit ini adalah citrus greening atau huanglongbing. Tanaman jeruk yang terinfeksi penyakit ini dapat mengalami penurunan hasil panen. Selain itu, buah jeruk yang dihasilkan memiliki kualitas yang rendah sehingga mempengaruhi nilai ekonomi buah jeruk.

CVPD ditularkan oleh psyllid jeruk Asia, sebuah serangga kecil sejenis kutu ordo Hemiptera yang memakan daun dan batang pohon jeruk. Ketika serangga tersebut memakan bagian pohon yang terinfeksi, Ia mengambil patogen dan dapat memindahkan ke tanaman jeruk lainnya. Meskipun rasa buah jeruk dari pohon yang terinfeksi CVPD masih enak untuk dimakan, tetapi pohon lama-lama akan layu dan kemudian mati.

Diperkirakan CVPD menyebabkan pohon jeruk mati dalam waktu tiga tahun setelah terserang. Bahkan, hingga kini belum ditemukan obat untuk mengatasi penyakit CVPD pada tanaman jeruk.

Para peneliti dari University of Florida telah menemukan cara untuk mengelola kebun jeruk yang terinfeksi CVPD dengan mengatur waktu pemupukan. Hasil riset tersebut baru-baru ini telah diterbitkan dalam Jurnal Soil Science Society of America.

Pemupukan jeruk dilakukan terpisah

Penelitian tersebut berlangsung dari Januari 2017 hingga Desember 2019. Para peneliti menanam dua jenis batang bawah di jenis tanah yang sama dan mengelolanya dengan cara yang sama. Mereka mengatakan bahwa dengan analisis daun dan pengujian bakteri pada awalnya infeksi CVPD sangat tinggi.

Kemudian, para peneliti melakukan berbagai jenis manajemen nutrisi selama riset tersebut seperti tingkat penggunaan pupuk nitrogen, aplikasi nutrisi sekunder seperti kalsium dan magnesium.

Para peneliti menjelaskan bahwa kalsium membantu tanaman dengan pertumbuhan daun dan akar serta pembelahan sel dan penyerapan nutrisi. Magnesium membantu tanaman jeruk melakukan fotosintesis dan mengaktifkan enzim. Selain itu, nitrogen juga merupakan unsur hara esensial yang penting bagi pertumbuhan tanaman.

Peneliti Alisheikh Atta dan rekan-rekannya meneliti waktu penerapan berbagai nutrisi, termasuk nitrogen, kalsium, dan magnesium.

“Konsentrasi nutrisi daun, pertumbuhan pohon dan hasil serta kualitas buah saling terkait dalam banyak aspek. Kami menemukan bahwa pemupukan terpisah berpotensi menurunkan kebutuhan pohon jeruk akan nutrisi tersebut,” ungkap Atta dikutip Phys.org.

Selain itu, Atta juga menjelaskan bahwa aplikasi split (pemupukan terpisah) meningkatkan penyerapan nutrisi daun lainnya.

Baca Juga: Kurangi Infeksi Penyakit Citrus Greening di Tanaman Jeruk Melalui Manajemen Waktu Pemupukan
Petani Jeruk Siam Bojonegoro, Raup Untung Rp30 Juta Sekali Panen

“Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi magnesium daun kekurangan selama sebagian besar musim dan menyarankan perlunya pemupukan berkelanjutan untuk memenuhi kisaran nutrisi yang optimal,” jelasnya.

Kesimpulan riset menemukan bahwa pohon jeruk tumbuh dengan baik pada penerapan aplikasi pemupukan terpisah. Pohon jeruk tumbuh lebih kuat dengan ciri lebih banyak daun dan buah yang dihasilkan dalam kondisi baik. Para peneliti juga memastikan bahwa pohon jeruk akan menghasilkan banyak buah ketika diberi nutrisi makro sekunder seperti kalsium dan magnesium.

Video Terkait