Cerita Sukses Petani Bawang Daun di Lereng Gunung Lawu, Sekali Panen Omzet Puluhan Juta

Gunawan, petani bawang daun di lereng Gunung Lawu.(Youtube Diary)

Penulis: Arif Sodhiq, Editor: Reza P - Selasa, 16 November 2021 | 17:00 WIB

Sariagri - Cerita sukses datang dari lereng Gunung Lawu. Gunawan, petani bawang daun asal Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini bisa meraup omzet hingga puluhan juta sekali panen dari lahan bawang daun seluas 3.000 meter persegi.

“Kebetulan bawang daun di lahan saya seluas 3.000 meter persegi ini sudah laku seharga Rp56 juta,” ungkap Gunawan dikutip dari Youtube Diary Petani, Selasa (16/11).

Gunawan mengatakan untuk menanam bawang daun di lahan seluas itu, dirinya membutuhkan bibit bawang daun 13 kuintal (1,3 ton) dengan estimasi hasil panen kurang lebih 10 ton.

Menurut dia, bawang daun termasuk tanaman yang tidak sulit dibudidayakan pada musim kemarau. Sebab, hal yang dibutuhkan dalam perawatannya adalah penyiangan gulma dan penyiraman air.

“Bawang daun saya ini sebenarnya sudah laku. Saya tinggal merawat dan menyemprot. Umur 85 – 95 hari itu sudah bisa dipanen,” kata Gunawan.

Kendala terbesar saat musim hujan yaitu serangan penyakit busuk daun. Karena itu, Gunawan menekankan pentingnya pengendalian hama dan penyakit dengan pemilihan pestisida dan fungisida yang tepat. Sebab, lanjut Gunawan, penggunaan pestisida yang tepat dengan hama sasaran akan meningkatan efisiensi biaya dan pekerjaan.

“Jadi kalau kita obatnya itu menyasar ke hama penyakit yang mau dibasmi itu tidak terlalu boros biaya. Tapi kalau asal-asalan pakai dan tidak belajar itu menurut saya malah boros,” jelas Gunawan.

Selain menanam bawang daun, Gunawan menumpangsarikan lahannya dengan tanaman kubis. Sebelum bawang daun dipanen, dia sudah mulai menanam kubis di sela-sela baris bawang daun. Ketika bawang daun dipanen, sebulan kemudian Gunawan bisa langsung meraup keuntungan lagi dari panen kubis.

“Tumpang sari kubis dilakukan sebelum bawang dipanen, jadi ketika bawang daun dipanen, 30 hari kemudian saya bisa panen kubis,” ungkap Gunawan.

Belajar dari pengalaman suksesnya menjadi petani bawang daun, Gunawan meyakinkan bahwa menjadi petani bukan pekerjaan yang selalu berpenghasilan kecil. Jika bertani dibarengi dengan usaha dan belajar, lanjut dia, akan mendapatkan hasil maksimal dan keuntungan yang berlipat.

Baca Juga: Cerita Sukses Petani Bawang Daun di Lereng Gunung Lawu, Sekali Panen Omzet Puluhan Juta
Kisah Angga Budidaya Ratusan Jenis Tanaman Buah Tin

“Jadi pesan saya ke anak muda jangan anggap bertani itu hasilnya kecil. Berkahnya hasil itu luar biasa, Tetapi keberhasilan bertani juga didasari dengan belajar dari pengalaman petani yang sudah berhasil terlebih dahulu, jangan malu bertanya,” kata Gunawan.

Menurut dia, meski berpendidikan tinggi, menjadi petani adalah pilihan yang lebih baik.

“Saya itu sekolah dari kecil tapi besar tetap bertani. Walaupun sekolah setinggi apapun, bertani itu lebih baik menurut saya,” pungkasnya.

Video Terkait