Terobosan untuk Kurangi Penggunaan Pestisida, Tumbuhan Hasil Rekayasa Genetika Ini Mampu Basmi Hama

ilustrasi tanaman Nicotiana benthamiana. (Phsy)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 19 November 2021 | 13:10 WIB

Sariagri - Berbagai upaya dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan penggunaan pestisida untuk membasmi hama tanaman. Alih-alih menciptakan pestisida baru, para ilmuwan berhasil mengembangkan tanaman rekayasa genetika yang mampu memproduksi dan melepaskan feromon seks serangga sendiri, untuk mengusir hama sehingga mengurangi kebutuhan penggunaan pestisida.

Temuan ini dihasilkan oleh tim peneliti dari Universitat Politècnica de València (UPV) dan Dewan Riset Nasional Spanyol (Consejo Superior de Investigaciones Científicas, CSIC). Mereka berhasil mengembangkan tanaman tersebut di tingkat laboratorium, dan hasilnya telah dipublikasikan di jurnal Biodesign Research, demikian dikutip dari phys.org.

Feromon adalah sejenis zat kimia yang berfungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada serangga jantan maupun betina. Zat ini berasal dari kelenjar endokrin dan digunakan oleh makhluk hidup untuk mengenali sesama jenis, individu lain, kelompok, dan untuk membantu proses reproduksi.

Dalam studi mereka, peneliti UPV dan CSIC bekerja dengan Nicotiana benthamiana, yakni kerabat dekat tanaman tembakau dan spesies Nicotiana yang berasal dari Australia sebagai tanaman model, yang mereka modifikasi secara genetik sehingga bisa menghasilkan dan melepaskan feromon.

"Bioproduksi feromon seks serangga berbasis tanaman merupakan strategi inovatif dan berkelanjutan untuk pengendalian hama di bidang pertanian. Tanaman yang dimodifikasi ini tidak hanya menghasilkan senyawa, mereka juga dapat melepaskannya ke atmosfer," jelas Diego Orzáez, seorang peneliti di Institute of Molecular and Cellular Biology of Plants (UPV-CSIC).

Dalam penelitian ini, para peneliti telah mengembangkan tanaman transgenik yang menghasilkan dua senyawa volatil yang terdapat dalam banyak campuran feromon seks lepidopteran, yakni ordo serangga yang mencakup ngengat dan kupu-kupu. Baca Juga: Terobosan untuk Kurangi Penggunaan Pestisida, Tumbuhan Hasil Rekayasa Genetika Ini Mampu Basmi Hama
Atasi Organisme Perusak Tanaman dengan Pengembangbiakan Serangga Predator



Konsentrasi volatil di atmosfer yang sangat tinggi akan menyebabkan kebingungan seksual pada hama jantan yang kesulitan menemukan betina. Hal ini mencegah atau menunda sanggama dan reproduksi spesies, yang mengakibatkan pengurangan populasi secara bertahap sehingga hama bisa lebih dikendalikan.

Selama ini, feromon diperoleh melalui sintesis kimia, dan dilepaskan ke lingkungan melalui biodispenser untuk menarik atau membingungkan serangga. Jadi, temuan baru ini sangat penting untuk upaya pengendalian hama yang lebih efektif dan lebih berkelanjutan.

Video Terkait