Sulap Lahan Gambut Jadi Kebun Jambu Air, Pria Ini Raup Omzet Puluhan Juta Sekali Panen

Pakde Blawong transmigran sukses bangun kebun jambu air di lahan gambut Kalimantan Barat(.Facebook)

Penulis: Dera, Editor: Reza P - Selasa, 23 November 2021 | 13:10 WIB

Sariagri - Menjadi transmigran yang menempati lahan gambut memberikan peluang tersendiri bagi Riyadi untuk membangun kebun jambu air di wilayah Arus Deras, Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Pakde Blawong, begitulah orang-orang memanggil petani jambu air ini. Dengan tekad dan semangat tinggi, Pakde Blawong kini telah sukses merasakan hasil manisnya dari kebun jambu air miliknya.

“Prospek jambu air ini sangat luar biasa. Kalau saya bilang jambu air bisa menciptakan uang, bukan lagi mencari uang,” kata Pakde Blawong dikutip dari Youtube pie'ie Majink.

Hasil panen dari kebun jambu air di lahan gambut 

Pakde Blawong membeberkan, masa panen jambu air bisa mencapai tiga kali setiap tahunnya. rata-rata dalam satu kali musim panen, bisa menghasilkan jambu air sekitar 6 ton dari 200 pohon.

Setiap kilogram jambu air, dia jual di kebun dengan harga sekitar Rp15.000 – Rp16.000. Sedangkan harga jambu setelah sampai di Kota Pontianak bisa mencapai Rp35.000 per kilogram.

Menurutnya, sudah dua tahun ini harga jambu air di Kalimantan Barat cenderung stabil. Banyak pembeli dari berbagai daerah dan kota datang langsung ke kebun jambu air milik Pakde Blawong,

“Penjualan sangat mudah, banyak pembeli langsung cari jambu air ke sini. Ada yang dijual di pasar tradisional dan ada juga yang dijual ke supermarket di Pontianak,” ungkap Pakde Blawong.

Sebenarnya, ada beberpa jenis jambu air yang ia tanam, antara lain jambu deli madu, jambu red king, jambu madu hijau, jambu air dalhari, dan jambu air jamaika. Semua jenis jambu air yang ia tanam di kebunnya rata-rata sudah masuk usia produktif.

“Kalau rata-rata produksi di kebun saya, satu pohon itu bisa hasilkan lebih dari 30 kilogram buah jambu dalam sekali musim panen, jadi kalau setahun tiga kali panen berarti satu pohon bisa hasilkan 100 kilogram,” katanya.

Pakde Blawong bercerita, dalam menanam jambu air di lahan gambut, hal penting yang tidak boleh dilewatkan yaitu pemberian pupuk kandang dan kapur dolomit.

“Pupuk kandang dan dolomit itu wajib nggak boleh dilewatkan,” ujarnya.

Untuk pemupukan lanjutan, kata Pakde Blawong, cukup diberikan pupuk NPK 16:16:16 dan KCl. Selain itu, dikatakan Pakde Blawong, tantangan saat musim hujan yaitu banyak buah akan rontok dan rasa yang kurang manis.

Karena itu, dia menyarankan untuk menyeleksi buah jambu air di pohon agar tidak terlalu lebat sehingga jambu pilihan akan tumbuh lebih optimal.

“Kalau saya dibuang sebagian buah, kalau terlalu banyak buah di pohon nanti akan rontok. Jadi kalau yang tidak bagus untuk dipelihara saya buang, biar nutrisi bisa fokus ke buah yang akan dibesarkan,” jelas Pakde Blawong.

Jambu dengan rasa terbaik, yaitu saat musim-musim kemarau sebab akan menghasilkan rasa yang lebih manis. Tetapi, Pakde Blawong juga mengingatkan agar buah jambu yang dibesarkan jangan sampai terlambat dibungkus dengan plastik. Sebab, saat musim kemarau banyak hama lalat buah yang dapat menyerang buah jambu air menyebabkan penurunan kualitas buah.

Baca Juga: Sulap Lahan Gambut Jadi Kebun Jambu Air, Pria Ini Raup Omzet Puluhan Juta Sekali Panen
Cerita Sukses Petani Bawang Daun di Lereng Gunung Lawu, Sekali Panen Omzet Puluhan Juta

“Selain itu, kalau telat membungkus buahnya juga bisa menyebabkan rontok karena diserang hama lalat buah,” kata Pakde Blawong.

Selain menjual buah jambu air dari kebunnya, saat ini Pakde Blawong juga menjual beragam jenis bibit jambu air yang ia produksi sendiri.

Video Terkait