Permintaan Tidak Seperti di Awal Pandemi, Harga Tanaman Hias Mulai Turun

Monica pemilik usaha tanaman hias Remora Florist di Bekasi, Jawa Barat.(Sariagri/Dwi Rachmawati)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 23 November 2021 | 19:50 WIB

Sariagri - Di awal pandemi, minat masyarakat terhadap tanaman hias cenderung meningkat karena banyak beraktivitas di rumah. Kini ssetelah adanya pelonggaran seiring dengan penurunan kasus COVID-19, apakah berdampak pada penjualan tanaman hias? 

Monica, pemilik usaha tanaman hias "Remora Florist" di Bekasi, Jawa Barat mengakui adanya penurunan minat masyarakat yang berdampak pada harga beberapa tanaman hias.

“Minat masyarakat pada tanaman hias memang dirasa belakangan ini mulai berkurang sedikit demi sedikit, tidak seheboh waktu awal pandemi,” ujar Monica kepada Sariagari.id, Selasa (23/11/2021).

Dia mengatakan harga beberapa tanaman hias yang sempat tinggi di awal pandemi seperti Philodendron, Monstera, Aglonema, Suksom mempunyai harga tinggi, saat ini justru anjlok. Rata-rata harga tanaman hias itu turun lebih dari 50 persen dibandingkan tahun lalu.

Menurut Monica, tahun lalu ketika pembatasan kegiatan masyarakat masih sangat ketat, harga tanaman suksom di kebun bisa mencapai Rp400 ribu. Saat ini harga tanaman itu turun hingga di kisaran Rp100 ribu.

“Contohnya suksom waktu awal pandemi harga di kebun bisa mencapai Rp400 ribu, tapi sekarang harganya turun jadi di kisaran Rp100 ribu,” ungkap Monica.

Dikatakan Monica, permintaan tanaman hias juga menurun. Bahkan beberapa tanaman mengalami penurunan permintaan hingga 40 persen. Menurut Monica, turunnya permintaan tanaman hias saat ini karena mobilitas dan aktivitas masyarakat yang bergerak menuju normal.

"Kalau dulu waktu pandemi itu semua orang banyak yang di rumah aja, nggak bisa kemana-mana, jadi banyak yang koleksi dan bercocok tanam berbagai jenis tanaman hias," jelasnya.

Namun, lanjut Monica, ada beberapa tanaman yang tetap stabil baik dari minat dan harga, salah satunya anggrek. Tanaman itu, diakui Monica memang sudah sejak lama cenderung stabil dan tidak terpengaruh tren yang di masyarakat.

“Ada aja yang konsisten terhadap tanaman hias karena memang mereka hobi. Untuk tanaman anggrek ini memang udah sejak lama selalu stabil harga dan permintaannya,” kata Monica.

Selain itu, permintaan pupuk dan pot tanaman hingga saat ini juga tetap stabil karena menjadi kebutuhan pokok bagi pemelihara tanaman.

“Nah, kalau pupuk dan pot permintaan stabil, karena itu udah jadi kebutuhan orang. Mereka yang merawat tanaman pasti butuh pupuk, dan pot mereka butuhkan untuk tanaman mereka yang sudah harus diperbanyak,” katanya.

Monica berharap masyarakat bisa terus menumbuhkan budaya bercocok tanam di rumah pasca pandemi.

“Harapannya budaya mencintai tanaman itu tetap ada di masyarakat karena ini juga jadi bagian dari tindakan menjaga lingkungan,” tambahnya.

Sementara, Resnu (25) pemilik dari rumah tanaman.id mengungkapkan, penurunan harga tanaman hias cenderung terjadi pada jenis tanaman hias berdaun hijau. Untuk tanaman hias varigata masih memiliki harga cenderung tinggi di masyarakat.

Baca Juga: Permintaan Tidak Seperti di Awal Pandemi, Harga Tanaman Hias Mulai Turun
Gara-gara PPKM, Petani Tanaman Hias Hilang Pendapatan Terancam Gulung Tikar

“Penurunan harga ada di kalangan yang hijau, kalau yang varigata masih lumayan tinggi,” ungkap Resnu kepada Sariagri.id.

Varigata merupakan tanaman hias yang memiliki keunikan berupa corak berpola langka dan sulit diturunkan ke generasi selanjutnya. Karena itu, tanaman hias varigata cenderung memiliki harga selangit.

Video terkait:

 

Video Terkait