Mata Lele, Tanaman untuk Pakan Ternak yang Kaya Manfaat

Ilustrasi mata lele. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 24 November 2021 | 14:50 WIB

Sariagri - Lemna minor atau dikenal dengan nama mata lele adalah tumbuhan air tawar yang mengapung, dengan satu, dua, tiga atau empat daun yang masing-masing memiliki akar tunggal yang menggantung di air. 

Semakin banyak daun yang tumbuh, tanaman membelah dan menjadi individu yang terpisah. Panjang akar 1-2 cm. Daun berbentuk oval, panjang 1–8 mm dan lebar 0,6–5 mm, hijau muda, dengan tiga (jarang lima) urat dan ruang udara kecil untuk membantu flotasi. 

Manfaat Mata Lele 

Selama ini mata lele dimanfaatkan untuk pakan ikan konsumsi saja seperti Gurame, nila, mujair, mas, dan juga adaptif untuk lele. Pemberiannya dilakukan secara segar atau hidup. Padahal mata lele punya potensi lain yaitu kandungan karotenoid dan aktifitas antioksidan yang cukup tinggi. Di China, Duckweed juga dikembangkan untuk tanaman herbal.

Mata lele pada ikan hias berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan ikan dalam bentuk segar untuk jenis ikan cenderunv herbivor seperti mas koki, koi, gurame padang, dsb. Mata lele juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan yang disampaikan dalam formulasi pakan dalam bentuk pasta maupun tepung.

Mata lele untuk pertanian 

Selain untuk pakan ternak, ternyata mata lele memiliki manfaat untuk pertanian lho. Kandungan nitrogen yang tinggi dapat menjadi tambahan bagi tanaman selain yang berada didalam tanah ataupun dari pupuk yang diberikan oleh petani.

Baca Juga: Mata Lele, Tanaman untuk Pakan Ternak yang Kaya Manfaat
Bidara Arab, Pohon yang Miliki Banyak Manfaat sampai Bisa Menangkal Gangguan Sihir

Nitrogen memiliki peran yang sangat penting untuk tanaman khususnya untuk pembentukan klorofil daun, protoplasma, protein, dan asam-asam nukleat, sehingga kandungan ini mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan semua jaringan hidup pada tanaman. 

Mata lele juga dapat digunakan sebagai alternative pengganti pupuk anorganik yang selama ini petani gunakan. Karena menurut beberapa penelitian penggunaan pupuk anorganik untuk menyediakan nitrogen, hanya terdapat 29-45 %  yang ditemukan di dalam tanaman dan sekitar 50% hilang karena yang tadi saya sebutkan kalo si founder ini mudah berubah bentuk. 

Video Terkait