Mengenal Mangga Chokanan, Si Manis yang Bisa Hasilkan Cuan

Ilustrasi Mangga Chokanan. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 26 November 2021 | 19:30 WIB

Sariagri - Mangga chokanan mungkin masih asing terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Namun, varietas asli Thailand ini ternyata sudah diperkenalkan sejak tahun 2005, buah ini kian diminati dan semakin banyak dibudidayakan karena potensi pasarnya yang cukup besar.

Secara tampilan, buah ini mempunya karakter khas tersendiri. Selain aroma yang kuat, saat masak warna buah menjadi cerah kekuningan. Mangga chokanan juga mempunyai rasa yang manis sehingga banyak digemari masyarakat. Tak heran jika banyak orang menyebutnya sebagai mangga madu.

Keunggulan mangga chokanan

Buah ini juga punya sejumlah keunggulan, selain yang telah disebutkan di atas, mangga ini juga punya daya adaptasi cukup tinggi dan mudah di tanam di berbagai karakter lahan. Terbukti, varietas mangga ini juga mampu tumbuh subur di berbagai wilayah di tanah air.

Namun berbagai sumber menyebut, tanaman ini akan tumbuh dengan sangat baik pada suhu sekitar 24-30 derajat celcius dan curah hujan sekitar 750-2000 mm/tahun. Selain itu, tanaman ini juga ideal ditanam di areal tanah dengan tingkat keasaman (pH tanah) sekitar 5 hingga 8.

Berapa lama mangga chokanan dapat berbuah? 

Tanaman ini mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi dan usia tanam yang tergolong cepat. Berbagai sumber menyebut, tanaman ini bahkan sudah dapat memasuki masa panen satu atau dua tahun sejak ditanam, baik lewat bibit okulasi maupun cangkok.

Per satu pohon dapat menghasilkan sekitar 60 hingga 120 kilogram (kg) buah setiap tahunnya. Itu artinya, mangga ini punya potensi ekonomi yang cukup tinggi dan prospek menjanjikan bagi siapa pun yang tertarik membudidayakannya.

Tidak hanya itu. Mangga ini juga punya keunggulan lain, yakni ia dapat berbuah sepanjang musim. Satu tanaman bahkan dapat menghasilkan buah 2-3 kali dalam setahun.

Selain dinilai menjanjikan dan bisa mendulang cuan, harga bibit mangga chokanan juga terbilang murah, bahkan kamu juga bisa membelinya di e-commerce dengan harga yang beragam, mulai Rp11.500 hingga puluhan ribu rupiah. 

Nah, buat kamu yang tertarik membudidayakan tanaman ini, ada sejumlah hal utama yang perlu diperhatikan.

Pemilihan bibit

Pastikan bibit yang dipilih adalah bibit unggul. Ini penting, untuk memastikan produktivitas dan buah yang dihasilkan juga baik dan berkualitas. Dalam pemilihan bibit, pilih bibit yang berasal dari indukan dengan kondisi batang bawah sehat. Umumnya, tinggi batang bibit berkisar 60-80 centimeter (cm) dengan diameter 1 hingga 1,5 cm. Selain itu, agar terbebas dari ancaman hama, pilih bibit yang di atas usia 6 bulan.

Persiapan lahan

Sebelum menanam, pastikan lahan bebas dari akar-akar dan tunggul pohon atau semak belukar. Jika bibit yang hendak di tanam berasal dari okulasi, usahakan beri jarak per tanaman sekitar 3×3 meter atau 5×6 meter.

Setelah itu, buatlah lubang tanam sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm, kemudian biarkan terbuka selama 1-2 minggu. Campur sisa tanah galian dengan pupuk kandang sebanyak 10 kg dan pupuk NPK 15:15:15 sebanyak 100 gram. Tanah yang sudah dicampur pupuk kemudian di masukan dalam lubang tanam dan biarkan selama kurang lebih 2-3 minggu, sebelum penanaman.

Penanaman

Penanaman dapat dilakukan kapan saja, apabila sumber air tersedia dengan baik. Namun jika sumber air agak sulit, penanaman bisa dilakukan awal musim penghujan.

Pada lubang tanam yang berisi campuran tanah dan pupuk sebelumnya, buat lubang untuk memasukan bibit mangga berikut media tanamnya. Lalu, timbun pangkal bibit tanaman dengan tanah sampai terbentuk gundukan. Siram secukupnya, agar kelembaban tanah tetap terjaga.

Sebagai varietas unggul, uniknya mangga ini tidak membutuhkan perawatan super ribet alias rumit. Selain pemberian pupuk, hal yang harus diperhatikan dalam perawatannya meliputi penyiraman, pemangkasan dan penyiangan.

Penyiraman

Dilakukan dua kali sehari yakni pagi dan sore. Jangan menyiram air secara berlebih atau hingga air tergenang. Genangan air bisa mengakibatkan akar terserang cendawan atau penyakit.

Penyiangan dan penggemburan

Dilakukan berbarengan dengan pemupukan. Cabut semua rumput atau gulma di sekitar tanaman. Penggemburan dapat dilakukan ketika kondisi tanah terlalu padat. Tapi ingat, penggemburan tanah jangan dilakukan terlalu dalam karena bisa merusak akar, terutama pada tanaman hasil cangkokan.

Pemupukan

Pemupukan adalah hal penting lain yang harus diperhatikan. Baik jenis, waktu dan dosis pemupukan bergantung sesuai usai tanaman. Saat tanaman berumur 3-4 bulan, pupuk yang digunakan adalah pupuk urea sebanyak 100-150 gram/pohon, dengan cara ditabur disekitar tanaman secara melingkar lalu ditimbun dengan tanah dan diberi air.

Apabila tanaman sudah berumur 1 tahun, pemupukan dilakukan menggunakan pupuk kandang, idealnya sebanyak 15 kilogram (kg)/pohon. Pemupukan diberikan setiap enam bulan, pada awal dan akhir musim penghujan.

Baca Juga: Mengenal Mangga Chokanan, Si Manis yang Bisa Hasilkan Cuan
Petani Milenial Jatim Hadir di Pasar Tani Goes to Mall, Ini 3 Komoditas Andalannya

Caranya benamkan pupuk di dalam parit yang melingkari tanaman. Setelah pupuk dibenamkan, tanah diaduk-aduk agar tercampur secara merata, lalu tutup parit menggunakan tanah.

Sementara saat tanaman memasuki masa berbunga, pemupukan idealnya menggunakan pupuk dengan komposisi fosfor dan kalium tinggi yang dapat merangsang proses pembungaan.

 

Video Terkait