Akibat Hujan, Harga Tomat dan Sejumlah Sayuran di Negara Ini Melambung

Ilustrasi tomat. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 29 November 2021 | 16:00 WIB

Sariagri -  Lembaga survei CRISIL memperkirakan harga tomat dan sayur di India akan tetap naik hingga dua bulan ke depan akibat tingginya curah hujan. Hujan lebat menyebabkan anjloknya produktivitas di beberapa daerah pemasok utama tomat, yang menyumbang 10 persen dari total produksi sayuran di India.

"Dengan tanaman yang rusak akibat hujan berlebih di Karnataka, Andhra Pradesh dan Maharashtra, yang merupakan pemasok utama tomat selama Oktober-Desember, pasokan turun," kata lembaga tersebut.

Survei lapangan menunjukkan bahwa situasinya sangat suram di Karnataka sehingga tomat dikirim dari Nashik Maharashtra, tambahnya. “Tidak mengherankan, harga tomat telah meningkat 142 persen per tahun seperti pada 25 November dan diperkirakan akan tetap tinggi selama 45-50 hari ke depan hingga panen dari Madhya Pradesh dan Rajasthan mencapai pasar di seluruh negeri mulai Januari," ujar lembaga tersebut. Baca Juga: Akibat Hujan, Harga Tomat dan Sejumlah Sayuran di Negara Ini Melambung
Banyak Varietas, Ternyata Ini yang Pengaruhi Warna dan Rasa Tomat



Namun demikian, harga bawang merah diperkirakan akan turun dalam 10-15 hari ke depan ketika produk yang baru dipanen mencapai pasar di India utara.

“Transplantasi tertunda di daerah-daerah pertumbuhan utama Maharashtra karena defisit hujan pada bulan Agustus. Itu menunda kedatangan pada bulan Oktober, yang menyebabkan kenaikan harga bawang merah 65 persen dibandingkan dengan September, ”kata badan tersebut.

Sebaliknya, lembaga itu memperkirakan, harga kentang kemungkinan akan naik dalam beberapa bulan ke depan karena hujan lebat dapat mempengaruhi penaburan dan hasil panen. Melansir Tribune India, tomat, bawang merah, dan kentang adalah tiga sayuran utama yang dikonsumsi di negara ini.

Video Terkait