Bisa Dicoba, Begini Cara Mengemas Tanaman yang Akan Dikirim Supaya Aman Sampai Tujuan

Pengusaha tanaman hias merapikan tanaman pada acara Digicash Plant Festival di Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat, Selasa (1/6/2021). Sejumlah Pengusaha dan penghobi tanaman hias dari sejumlah daerah di Indonesia memamerkan dan menjual berbagai jenis dan varian tanaman hias seperti anthurium, kaktus hingga tanaman hias karnivora yang dijual dengan kisaran harga puluhan ribu hingga jutaan rupiah untuk mempercantik dekorasi rumah. (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

Editor: M Kautsar - Jumat, 3 Desember 2021 | 19:30 WIB

Sariagri - Teknologi informasi dan sistem logistik semakin berkembang memudahkan orang untuk melakukan pengiriman barang ke berbagai tempat secara global. Termasuk tanaman, tren bercocok tanam selama pandemi meningkat menyebabkan perdagangan tanaman secara online pun ikut melonjak.

Pengiriman tanaman hidup dari satu daerah ke daerah lain yang jauh memerlukan teknik khusus dalam hal pengemasan agar tanaman bisa sampai tujuan dengan keadaan baik tanpa kerusakan.

Lalu apa saja yang perlu disiapkan dan dilakukan untuk mengemas tanaman yang akan dikirim? Berikut beberapa tips pengemasan tanaman hidup yang akan dikirim seperti dikutip dari The Spruce.

Baca Juga: Bisa Dicoba, Begini Cara Mengemas Tanaman yang Akan Dikirim Supaya Aman Sampai Tujuan
Ini Varietas Anggrek Tanah yang Bunganya Tahan Lama Mekar

Peralatan yang dibutuhkan

Bahan tanaman, spidol permanen, sarung tangan, kertas, bungkus plastik, tisu kertas, koran atau kertas kemasan, gelang karet, kotak kotak dus, tali dan selotip.

Cara pengemasan tanaman yang akan dikirim

1. Bersihkan tanaman dari tanah. Sebagian besar tanaman paling baik dikirim dengan kondisi akar telanjang daripada menggunakan pot berisi tanah. Hal tersebut dapat mengurangi berat kiriman. Tapi ingat, sisakan sedikit tanah tetap menempel di akar

2. Bungkus akar dengan tisu kertas dan lapisi dengan plastik. Pilihan lainnya, masukkan tanaman yang perakarannya rapuh ke dalam kantong plastik untuk menjaga kelembaban

3. Amankan bagian atas atau tajuk tanaman dengan kertas koran lalu ikat dengan karet gelang. Hal tersebut dimaksudkan untuk menstabilkan pertumbuhan yang salah pada tanaman selama perjalanan dan mencegah kerusakan

4. Masukkan tanaman yang telah dilapisi tersebut ke dalam kotak dus yang kokok dan cukup kuat dan tidak gampang penyok

5. Isi sisa ruang di dalam kotak dus dengan kertas koran atau bubble wrap untuk menjadi bantalan bagi tanaman. Hal ini mencegah tanaman bergerak atau terguncang di dalam kotak dus selama perjalan, sehingga resiko kerusakan tanaman akibat benturan keras dapat dikurangi

6. Tutup kotak dus dengan selotip dan ikat menggunakan tali. Beri selotip tambahan pada bagian sudut dan pinggir kotak dus untuk menghindari kotak dus penyok saat terbentur

7. Buat beberapa lubang ventilasi udara pada kotak dus jika ingin mengirim tanaman ke daerah yang panas dan lembab. Namun, apabila ingin mengirim ke wilayah dingin tidak perlu dibuat ventilasi udara

8. Labeli kotak dengan tulisan “tanaman hidup” atau “rapuh” atau “mudah busuk” dengan menggunakan spidol permanen sehingga penanganan paket dapat dilakukan dengan baik oleh petugas. Tulis alamat tujuan dengan jelas

9. Paket tanaman siap dikirim melalui jasa logistik yang telah dipilih. Pastikan memilih layanan jasa pengiriman dengan durasi paling cepat.

Video Terkait