Awalnya Belajar di Youtube, Kini Syamsuddin Sukses Bertani Hidroponik Raup Omset Belasan Juta per Bulan

Syamsuddin sukses bertani hidroponik raup omset belasan juta per bulan (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 18 Desember 2021 | 16:00 WIB

Sariagri - Menjalani usaha pertanian hidroponik memang semakin banyak digemari beberapa tahun belakangan ini. Dengan perencanaan dan budidaya yang tepat, tentu seseorang bisa meraup keuntungan dari budidaya hidroponik.

Seperti halnya yang dilakukan Syamsuddin Yusuf (50). Pria asal Kebumen, Jawa Tengah yang suskses bertani selada hidroponik dengan omset belasan juta per bulan. Nah, Sobat Agri ingin tahu bagaimana ceritanya? simak ulasannya.

Terjun ke Usaha Hidroponik

Dalam bertani hidroponik, awalnya Syamsudiin menggunakan alat hidroponik sederhana, mulai dari styrfoam bekas dan gelas bekas. Kala itu, ia mencoba menanam berbagai jenis sayuran di belakang rumah.

"Awalnya sih saya ingin tahu lebih banyak tentang hidroponik, selain itu untuk konsumsi sendiri juga, baik kangkung, caisim atau sayuran yang untuk di dapur. Lalu selama beberapa waktu saya terpikirkan untuk bangun greenhouse," kata Syamsuddin kepada Sariagri.id melalui sambungan telefon.

Syamsuddin mulai membangun greenhouse pada 1 Oktober 2019. Saat itu, ia memiliki greenhouse ukuran 200 meter persegi dengan total 4 ribu lubang tanam.

"Jadi disitu saya masih banyak belajar. Awalnya saya juga belajarnya dari Youtube. Satu bulan setelah bikin greenhouse saya sudah mulai tanam. Tanam pun saya belum berani untuk tanam semua, kita masih belajar di bidang pemasaran nanti," ujarnya.

Sistem NFT

Usaha hidroponiknya semakin berkembang, kini Syamsuddin memiliki 6 ribu lubang tanam. Ia meananm selada dengan metode hidroponik NFT (Nutrient Film Technique).

"Saya di hidroponik itu pakai sistem NFT, jadi tidak ada genangnan di paralon cuman air mengalir tipis. Alasan pakai NFT karena kita hemat nutrisi dan air," ucapnya.

Bertani Selada Hidroponik

Awalnya Syamsuddin mencoba untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, caisim, pakcoy dan selada. Namun setelah diamati, ternyata kebutuhan pasar di daerahnya kebanyakan adalah selada.

"Saya berfikir sederhana, kalau saat itu di daerah Kebumen itu banyak makanan jenis kebab. Jadi makanan kebab itu kan termasuk kebutuhan primernya jenis selada. Melihat dari sisi itu saya berfikir untuk menjadi supplier mereka," tuturnya.

Pemasaran dan Omset

Bicara soal pemasaran, Syamsuddin mengakui baru menjual hasil panennya di wilayah Kebumen saja. Saat awal membangun greenhouse ia sempat mengalami kendala pemasaran lantaran banyak tempat makan atau katering yang tutup akibat pandemi COVID-19.

Tak pantang menyerah dengan keadaan, Syamsuddin membangun pemasarannya dengan cara aktif di media sosial dan membangun jaringan dengan para pengusaha tempat makan atau catering.

Baca Juga: Awalnya Belajar di Youtube, Kini Syamsuddin Sukses Bertani Hidroponik Raup Omset Belasan Juta per Bulan
Manfaatkan Perkarangan Rumah, Pemuda Ini Sukses Bertani Hidroponik Raup Jutaan Rupiah per Bulan

"Ada pandemi banyak yang gabisa jualan, hasil panen bahkan sempat over product. Tapi disitu kami aktif di medsos dan menjaring pengusaha makanan. Meskipun terbatas, saat itu kita masih bangkit lagi," jelasnya.

Sementara untuk omset, Syamsuddin mengakui bisa meraup hingga belasan juta per bulannya dari sayuran hidroponik.

"Per harinya bisa panen kisaran 20 kg, kalau di Kebumen harga selada per kilonya Rp25 ribu. Jadi kalau kita panen itu sehari Rp500 ribu. Kalau sebulan sekitar Rp15 jutaan," pungkasnya.

Video Terkait