Kisah Milenial Sukses Bertani Modern yang Punya 150 ribu Lubang Tanam Hidroponik

Kisah milenial sukses bertani modern (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 19 Desember 2021 | 14:00 WIB

Sariagri - Dengan perencanaan yang matang dan budidaya yang tepat, tentunya seseorang bisa meraup untung dari usaha hidroponik. Oleh karenanya, tak heran banyak generasi muda yang kini terjun ke usaha budidaya hidroponik.

Salah satunya adalah Reynaldi Soebiantoro (27). Seorang pemuda sekaligus pemilik dari Soebifarm yang berlokasi di Lembang, Jawa Barat. Ia sudah membangun bisnis hidroponik sejak 2018.

Awal Mula ke Usaha Hidroponik

Reynaldi mengatakan dulu awalnya kedua orang tuanya memiliki usaha di Lembang, dimana banyak konsumennya adalah petani. Tetapi, keadaan ekonomi yang makin lama kurang baik, membuatnya mencari usaha yang baru.

"Awalnya pertanian konvensional dulu dan kerjasama dengan orang lain, tapi kerjasama dengan orang banyak kena tipu. Konvensional juga kurang bagus, ya akhirnya belajar-belajar hidroponik jadi mulai dari situ," kata Reynaldi kepada Sariagri.id melalui sambungan telefon.

Reynaldi mengakui bahwa awalnya tertarik ke hidroponik ketika melihat kebun orang lain dan internet. Hingga akhirnya ia membangun hidroponik pertamanya di 2018.

Awal bangun hidroponik, Reynaldi memulainya dari 9 ribu lubang tanam. Namun, kini usahanya semakin berkembang hingga punya 150 ribu lubang tanam yang ditanam berbagai jenis sayuran dan buah, seperti tomat, kangkung, bayam, kale, caisim, pakcoy, dan lainnya.

Konsistensi dan Ulet

Dalam membangun usaha hidroponik juga tidak mudah. Ia kerap mengalami kegagalan saat awal membangun hidroponik. Namun, menurutnya konsistensi dan ulet menjadi faktor penting dalam budidaya hidroponik.

Baca Juga: Kisah Milenial Sukses Bertani Modern yang Punya 150 ribu Lubang Tanam Hidroponik
Kisah Pria Asal Bogor Jawa Barat Sukses Bertani Hidroponik, Raup Omset hingga Rp10 Juta per Bulan

"Ketika budidaya hidroponik harus konsisten sih sama ulet. Artinya tak boleh mudah menyerah. Awalnya sih gagal terus ya, tapi lama-lama baru ketemu cara yang tepat," ujarnya.

Soal pemasaran, Reynaldi mengatakan sudah memasok hasil panennya ke wilayah Jabodetabek dan Bandung. Ia menjual sayuran hidroponiknya ke sejumlah supermarket dan beberapa restoran.

Video Terkait