Penyakit Darah Pisang Masuk Malaysia, Para Ahli Khawatir Dapat Meluas

Ilustrasi Darah Pisang. (qaafi)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 21 Desember 2021 | 20:40 WIB

Sariagri - Penyakit langka yang pernah diidentifikasi sekitar awal 1900an dilaporkan telah menyerang sejumlah perkebunan pisang di wilayah Malaysia. Kemunculan penyakit yang disebut darah pisang ini dikhawatirkan meluas dan berpotensi memukul para petani.

Sesuai dengan namanya, penyakit ini membuat pisang terlihat seperti 'berdarah' saat dipotong dari batangnya. Yang mengkhawatirkan adalah potensi penyakit ini menyebar ke seluruh Asia Tenggara.

Gejala penyakit termasuk pembusukan internal dan perubahan warna, sehingga buah berwarna merah gelap. Penyakit yang obatnya belum tersedia itu juga menyebabkan tanaman pisang yang terinfeksi menjadi layu, yang menyebabkan kerugian besar. Bahkan, ketika pertama kali ditemukan pada tahun 1905 di Pulau Kayuadi di Sulawesi Selatan, Indonesia, perkebunan pisang sangat terkena dampak negatif, petani harus meninggalkan tanaman mereka sepenuhnya.

Tahun 1987 penyakit ini juga merebak di  Jawa Barat. Sejak itu, penyakit darah pisang telah menyebar ke seluruh kepulauan Indonesia, atau sekitar  25 provinsi.

Kemunculan penyakit ini di Malaysia juga menimbulkan kekhawatiran para ahli. "Tanpa intervensi, kerugian mungkin akan sangat parah karena epidemi di daerah di mana petani tidak memiliki pengalaman mengelola penyakit ini," kata Jane Ray, mahasiswa doktoral yang mempelajari biologi dan epidemiologi penyakit darah.

"Saya bertekad untuk memahami penyakit ini dan menggunakan informasi ini untuk mengembangkan opsi pengelolaan penyakit yang lebih baik, membantu mengurangi kehilangan panen dan mengurangi risiko penyebaran ke daerah baru, meningkatkan ketahanan pangan di daerah tropis," jelasnya, seperti dilansir Sea Mashable, baru-baru ini.

Darah Pisang Menyerang berbagai varietas 

Setelah menelusuri berbagai dokumen sejarah yang ditulis dalam bahasa Belanda, Indonesia, dan Inggris, Ray dan rekan-rekannya memastikan bahwa penyakit ini ada pada 18 varietas pisang yang berbeda. Sayangnya, pisang Cavendish – varietas yang paling banyak dikonsumsi di dunia – juga terpengaruh.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Plant Disease dan menyoroti penyakit tanaman yang muncul di Asia Tenggara ini menunjukkan bahwa wabah sekecil apa pun dapat mengakibatkan hasil yang menghancurkan jika dibiarkan dan tidak dikurangi. Baca Juga: Penyakit Darah Pisang Masuk Malaysia, Para Ahli Khawatir Dapat Meluas
Hati-hati! Penyakit Darah Pisang Tiba di Daratan Malaysia dan Siap Menyebar ke Seluruh Asia



"Kejelasan yang lebih besar mengenai cara penularan penyakit sangat diperlukan untuk mengembangkan pendekatan manajemen penyakit yang efektif karena perluasan penyakit darah yang cepat merupakan ancaman yang muncul bagi produksi pisang di Asia Tenggara," jelas Ray.

"Studi kami menunjukkan bahwa semua masalah penyakit dimulai dari yang kecil dan dapat diatasi jika ditangani lebih awal tetapi jika dibiarkan dan dibiarkan menyebar, mereka dapat menjadi kendala utama untuk produksi di wilayah geografis yang luas," pungkasnya.

Video Terkait