Mengenal Mbah Lasiyo 'Profesor Pisang' yang Jadi Buruan Peneliti Dunia

Lasiyo sang profesor pisang. (Istimewa)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 24 Desember 2021 | 18:20 WIB

Sariagri - Mungkin banyak yang belum mengenal siapa Mbah Lasiyo Syaifuddin. Namun, pria asal Bantul ini telah dikenal ilmuwan dunia, terutama dalam bidang pertanian.

Lasiyo dianugerahi gelar ‘Prosefor Pisang’. Ia bekerja sebagai petani pisang, dari sini lah gerbang kesuksesannya dibuka.

Bermula dari peristiwa gempa 5,6 skala Richter di Bantul. Bencana alam itu menghancurkan tempat tinggal, harta benda hingga mengakibatkan kehilangan pekerjaan.

Mbah Lasiyo pada akhirnya memutuskan untuk menjadi petani pisang. Pria itu kemudian pergi ke lurah desa untuk memohon agar pengadaan bibit pohon pisangnya bisa difasilitasi. Sang lurah mengabulkan permohonannya.

Mbah Lasiyo dan masyarakat sekitar pun berbondong-bondong menanam pisang di halaman atau lahan kosong miliknya masing-masing. Lasiyo kemudian mengembangkan pestisida dengan bahan-bahan sederhana secara otodidak.

Pria asal Bantul itu hanya memadukan bawang merah dan kucai untuk menghasilkan pestisida berkualitas. Tak hanya itu, ‘ramuan otodidak’ itu juga mampu merangsang tumbuh kembang pohon pisang.

Berkat kecerdasannya, Lasiyo mampu memotong masa pembibitan dari empat bulan menjadi dua bulan. Pisang yang dihasilkannya pun sangat berkualitas.

Dari kecerdasan otodidaknya, Lasiyo didatangi para ilmuwan dari berbagai negara, seperti Jepang, Belanda, Thailand, Australia hingga Italia. Mereka tertarik untuk mendengarkan cara membudidayakan pisang dengan cepat.

Baca Juga: Mengenal Mbah Lasiyo 'Profesor Pisang' yang Jadi Buruan Peneliti Dunia
Terobosan untuk Kurangi Penggunaan Pestisida, Tumbuhan Hasil Rekayasa Genetika Ini Mampu Basmi Hama

Bahkan, ilmuwan dunia yang terheran-heran itu membawa Lasiyo ke Italia untuk mengikuti seminar yang dihadiri ilmuwan dari 70 negara. Pria yang tampak berpenampilan biasa-biasa saja itu diminta menjadi pembicara dan mempresentasikan temuan-temuan otodidaknya terkait pembudidayaan pisang.

Menariknya, Mbah Lasiyo yang mengikuti kejar paket B (setara SMP) ini sempat menyesal karena tak mampu berbahasa Inggris.

Video Terkait