Kisah Petani Milenial asal Aceh Sukses Usaha Hidroponik Pakai Sistem Rakit Apung

Obi, petani milenial asal Aceh Tamiang (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 25 Desember 2021 | 09:00 WIB

Sariagri - Budidaya tanaman melalui sistem hidroponik memang semakin banyak digeluti oleh kalangan muda beberapa tahun belakangan ini. Dengan perencanaan yang tepat tentunya seseorang bisa meraup untung maksimal.

Seperti halnya yan dilakukan seorang petani milenial asal Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang bernama Muhammad Al Faraby SKM (25) atau biasa dipanggil Obi. Ia sudah memulai usaha hidroponiknya sejak 2018.

Kini usahanya semakin berkembang hingga akhirnya memiliki 8.000 lubang tanam hidroponik dengan omzet hingga Rp10 juta per bulan. Ingin tahu bagaimana kisahnya? simak ulasan berikut ini.

Awal Terjun ke Hidroponik

Melalui sambungan telefon kepada SariAgri, Obi menceritakan awalnya ia ingin membangun suatu usaha setelah lulus kuliah di Fakultas Kesehatan masyarakat, USU, Medan. Memiliki orangtua yang menyukai tanaman, membuatnya ingin mencoba usaha hidroponik.

"Pertama kali coba itu gak langsung berhasil karena memang ilmunya belum ada, tetapi saya tetap coba hingga akhirnya bisa berhasil panen. Dan sayuran pertama yang ditanam itu kangkung," katanya.

Setelah berhasil panen, Obi coba investasi dengan membeli 4 batang pipa hidroponik. Kemudian ia membawa hasil panen sayurannya ke tempat orangtua untuk dijual dan laku terjual.

"Melihat potensi itu, kita tambah lagi lubang tanamnya. Dan pada saat itu masih baru-baru belajar hidroponik ada salah satu warga yang minta dibuatkan instalasi hidroponik dirumahnya," ucapnya.

"Nah dari situlah saya senang sekali, saya buatkan (instalasi hidroponik) dirumahnya. Alhamdulillah belilau lah yang memesan instalasi pertama sama kita," tambahnya.

Semakin hari usaha hidroponiknya semakin berkembang. Hingga akhirnya sekarang ia bisa membuka 8.000 lubang tanam hidroponik.

Menanam Berbagai Jenis Sayuran dan Sistem Rakit Apung

Obi mengungkapkan sudah menanam berbagai jenis sayuran di kebunnya, seperti kangkung, bayam, caisim, pakcoy, kale, samhong dan sayuran lainnya. Di kebunnya tersebut, ia menggunakan sistem hidroponik rakit apung.

"Pakai rakit apung alasannya pertama disini kan saya kadang ada kegiatan diluar, jadi kalau rakit apung dengan situasi air yang selalu ada kalau suatu saat mati lampu saya lagi gak di rumah kan gak ada masalah sayurannya. Selain itu, rakit apung lebih mudah aja rasanya untuk perawatannya," terangnya.

Pemasaran dan Omzet

Soal pemasaran, Obi mengaku sudah menjual hasil panennya di wilayah Aceh Tamiang dan beberapa kota lainnya. Ia menjual sayurannya tersebut langsung ke ibu rumah tangga.

Baca Juga: Kisah Petani Milenial asal Aceh Sukses Usaha Hidroponik Pakai Sistem Rakit Apung
Kisah Pria Asal Bogor Jawa Barat Sukses Bertani Hidroponik, Raup Omset hingga Rp10 Juta per Bulan

Sementara omzet ia mengatakan bisa meraup Rp5 juta sampai Rp10 juta per bulannya.

Harapan Generasi Muda

Obi yang juga selaku owner dari acehhidroponik berharap kepada para generasi muda untuk tidak malu bertani. Sebab, kini bertani bisa menjadi salah satu peluang besar untuk dimanfaatkan.

"Harapannya anak muda gak malu lagi untuk bercocok tanam, karena menjadi petani juga bisa hebat kalau kita tekun semua akan indah pada waktunya," pungkasnya.

Video Terkait