Makin Mendunia, Teh Hijau Cina Laris Manis di Pasar Luar Negeri

Ilustrasi dauh teh. (pixabay/PatricioHurtado)

Editor: Dera - Jumat, 31 Desember 2021 | 22:30 WIB

Sariagri - Sebanyak 340 ton teh hijau Cina diekspor ke Uzbekistan. Pengiriman itu menjadi sebuah terobosan dalam ekspor teh kelas menengah keatas yang diproduksi di Sichuan Cina barat daya, seperti dilaporkan Xinhua.

Dengan luas perkebunan lebih dari 390.000 hektare dengan nilai output tahunan mencapai lebih dari 90 miliar yuan (sekitar Rp202 triliun), Sichuan menjadi basis produksi teh hijau besar di Cina.

Wakil Direktur Departemen Pertanian dan Urusan Pedesaan Provinsi Sichuan, Xiao Xiaoyu, menjelaskan bahwa daerahnya telah menjadi sumber utama bahan mentah untuk ekspor teh Cina dan terdapat beberapa perusahaan ekspor teh di provinsi itu.

“Teh kelas menengah keatas seberat 340 ton yang diekspor ke Uzbekistan merupakan terobosan yang akan membawa efek positif,” terang Xiao.

Sementara itu, penanggung jawab koperasi teh di Kabupaten Danling, Yin Shangqin, mengatakan bahwa mereka tengah sibuk memuat teh di kereta Cina-Eropa dan menyiapkan prosedur ekspor lainnya.

“Kami memulai bisnis ekspor dua tahun lalu dan mulai menjajaki pasar teh kelas menengah keatas di luar negeri. Kami akhirnya berhasil menjadi mitra dagang dengan importir teh terbesar di Uzbekistan,” jelas Yin.

Berdasarkan pengalaman sukses ini, koperasi akan terus menjajaki pasar luar negeri dan membantu meningkatkan hasil dan pendapatan petani teh. Semenjak penduduk Desa Wannian mulai menanam teh, mereka telah mengalami perubahan besar. Mereka telah keluar dari daftar desa miskin.

Baca Juga: Makin Mendunia, Teh Hijau Cina Laris Manis di Pasar Luar Negeri
Teh Pu-erh, Teh Asal Cina yang Efektif Turunkan Gula Darah

Dengan bantuan pemerintah setempat, pasar perdagangan teh dibangun dan mulai beroperasi di Desa Wannian pada April 2019. Pasar tersebut tidak hanya memberikan kenyamanan bagi petani teh lokal, tetapi juga menstabilkan harga teh lokal dan memperpanjang waktu perdagangan.

“Saya khawatir menjual teh karena dampak wabah Covid-19. Namun, pemerintah tepat waktu mengoordinasikan pembeli teh untuk membeli teh kami selama musim petik teh sehingga pendapatan kami terjamin,” kata seorang petani teh dari Desa Hupizhai di Kabupaten Danling, Liu Yuebo.

Video Terkait