Ilmuwan Pecahkan Kode Genetik Leci untuk Genjot Produksi di Masa Depan

Buah leci. (Pexels)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 13 Januari 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Tidak hanya manis dan lembut, leci dengan warna kulit buah merah muda-merah bersisik memiliki kisah tersendiri di dunia pertanian. Buah ini telah menjadi bagian dari pertanian di Cina selama lebih dari 2.000 tahun.

Cina tetap konsisten menjadi produsen leci terbesar di dunia. Leci menjadi sumber utama pendapatan bagi banyak petani di wilayah selatan negara itu. Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO) memperkirakan kawasan Asia-Pasifik adalah penghasil lebih dari 95 persen produksi leci di dunia.

Dilansir Modern Farmer, baru-baru ini tim ilmuwan berhasil memecahkan kode genetik buah tropis itu. Menurut mereka, temuan itu akan membantu dalam menemukan cara untuk meningkatkan dan mempertahankan produksi leci di masa depan.

Penelitian yang diterbitkan di Nature Genetics pada bulan ini menjelaskan asal mula pertanian leci dari dua peristiwa domestikasi terpisah di Provinsi Yunnan dan Hainan. Menggunakan leci Fei Zi Xiao yang populer sebagai genom referensi, peneliti membandingkan gennya dengan sekitar 70 kultivar leci liar dan budidaya. Peneliti ingin memetakan evolusi genetik leci dan melacak jalurnya kembali ke contoh pertama budidaya.

Salah satu temuan pentingnya adalah penghapusan genetik atau potongan DNA yang hilang di dekat dua gen terkait pembungaan. Mutasi mengontrol kapan dan berapa lama pohon leci berbunga. Ini menjelaskan alasan mengapa varietas asli Yunnan yang mengalami mutasi merupakan tanaman berbunga lebih awal dibanding varietas Hainan. Hibrida dari kedua varietas yang disebut leci Fei Zi Xiao, berbunga awal Juni, tetapi tidak sedini leci Yunnan asli dan tidak selambat varietas Hainan asli.

Saat ini, sebagian besar leci yang dibudidayakan matang dalam waktu singkat dari awal Juni hingga pertengahan Juli. Setelah dipetik, buahnya hanya bertahan sekitar dua hingga tiga hari. 

Peneliti mengungkapkan temuan informasi genetik membantu mereka untuk lebih memahami kapan tanaman berbunga dan berbuah. 

“Ini adalah sumber daya untuk masa depan leci,” kata Victor Albert, ahli biologi evolusi Universitas Buffalo dan penulis senior studi itu.

“Memiliki genomnya berarti kita bisa memahami segalanya, mulai dari perbedaan buah dalam beragam  varietas leci. Kita juga dapat menentukan dan menemukan ciri-ciri seperti rasa, aroma, warna dan ketahanan terhadap patogen," tambahnya.

Baca Juga: Ilmuwan Pecahkan Kode Genetik Leci untuk Genjot Produksi di Masa Depan
Buah Mundar Khas Kalimantan Selatan Mulai Langka, Berkhasiat sebagai Pengobatan dan Kosmetik



Albert menjelaskan, genom leci yang diurutkan akan menjadi kunci utama untuk melestarikan tanaman itu sebagai bagian dari industri pertanian Cina dalam konteks perubahan iklim. Ketika suhu berubah atau  tekanan lingkungan berdampak pada pertanian, lanjut dia, menemukan atau membiakkan varietas dengan sifat genetik yang lebih disukai menjadi strategi untuk melestarikan masa depan tanaman.

Dia menambahkan, informasi genetik juga dapat membantu kerabat leci seperti pohon maple menghadapi tantangan pertanian atau lingkungan. 

Video terkait:

Video Terkait