Anie Kes Sriwahyuning, Sukses Budidaya Sayuran di Atap Rumah

Warga Condet, Jakarta Timur, Anie Kes Sriwahyuning. (Foto Istimewa)

Editor: M Kautsar - Kamis, 13 Januari 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Perkembangan teknologi pertanian membuat masyarakat semakin kreatif memanfaatkan ruang dalam proses budidaya tanaman, seperti yang dilakukan oleh Anie Kes Sriwahyuning. 

Warga Condet, Jakarta Timur ini telah sukses membudidayakan tanaman di atap rumahnya sejak akhir 2018 lalu. Bahkan, belum lama ini, kebun yang dinamakan Annie Garden ini juga telah meraih juara harapan pertama lomba rooftop garden yang diadakan oleh Dinas KPKP pada 2021 lalu. 

Beberapa waktu lalu, Sariagri mendapat kesempatan untuk wawancara dengan Ani melalui sambungan telepon mengenai awal mula ia membuat Annie Garden hingga akhirnya sukses dan mendapat apresiasi dari Pemerintah DKI Jakarta. Berikut petikan wawancaranya.

Sejak kapan memulai budidaya tanaman di atap rumah?

Pertama itu sekitar akhir 2018 setelah saya renovasi rumah. Sebelumnya saya berkebun di bawah, tapi karena lahannya terbatas jadi saya pindahkan semua ke atap rumah yang memang sudah dibuat rooftop

Kenapa tertarik membuat kebun di atap rumah?

Awal mulanya sekadar hobi aja dan saya sering beli sayuran organik di supermarket, tetapi kan mahal. Kemudian saya berpikir kenapa enggak menanam sendiri aja? Akhirnya saya mencoba menanam sayur-sayuran seperti bayam, kangkug dan pokcoi.

Sebelumnya memang sudah ada basic pertanian, sehingga berani mencoba membuat kebun sendiri di rumah?

Saya kan asalnya dari Yogya, kebetulan bapak saya seorang petani. Jadi waktu kecil sampai remaja sebelum merantau (ke Jakarta) saya suka bantu-bantu bapak, jadi ada sedikit ilmunya.

Apa saja kesulitan selama menggeluti pertanian perkotaan seperti saat ini?

Lahan, itu sih yang pertama. Karena kan di Jakarta ini lahannya terbatas jadi harus pinta-pintar memanfatkan tempat yang ada. 

Saat ini, sayurannya sudah dipasarkan atau hanya untuk konsumsi sendiri?

Kalau sayuran memang sudah dijual ke tetangga-tetangga aja. Lalu, saya juga jual bibit-bibit berbagai macam tanaman, termasuk sayur, buah, dan juga tanaman herbal dengan nama Annie Garden ini.

Kalau sayuran sudah berapa kapasitas produksinya?

Kalau sayuran itu sekitar 15 - 20 kg sekali panen. Lalu, kami juga buah-buahan, tetapi karena lahannya terbatas jadi nanamnya ganti-gantian dan memanfaatkan lahan yang ada aja. 

Apa tantangan terbesar jadi penggiat urban farming?

Kesulitannya kalau lagi musim penghujan. Kalau curah hujannya tinggi itu suka banyak hama, jadi harus  lebih telaten selama merawatnya untuk periksain tanamannya satu-satu, kira-kira ada hama atau enggak.  

Baca Juga: Anie Kes Sriwahyuning, Sukses Budidaya Sayuran di Atap Rumah
Kisah Warga Koja Sulap Tempat Pembuangan Sampah Jadi Lahan Produktif Urban Farming

Pengalaman paling unik selama menjadi penggiat urban farming apa?

Kalau pengalamannya itu, saya pernah pulang kampung dan titip tanaman ke orang. Lalu, saat saya pulang banyak yang mati karena memang bukan yang punya jadi perawatannya kurang baik. Paling itu sih. 

Lalu, apa rencana Anda ke depannya dengan Annie's Garden ini? 

Kalau ada modal lagi sih pengen kalau bisa punya kebun luas enggak cuma rooftop gitu. Kalau sekarang paling ditata ulang biar lebih sukses dan lebih rapi lagi.

Video terkini:

Video Terkait