Pandai Melihat Peluang, Pria Asal Surabaya Ini Sukses Kembangakan Sayuran Hidroponik

Mehdy Riza, petani hidroponik asal Surabaya (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Arif Sodhiq - Sabtu, 15 Januari 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Pada beberapa tahun terakhir, tren urban farming semakin banyak diminati oleh masyarakat yang tinggal di kota. Salah satu bentuk praktiknya adalah menggunakan sistem hidroponik.

Hidroponik merupakan sistem pertanian yang menggunakan media tanam air. Hasil panen dari urban farming juga dinilai menyehatkan lantaran menerapkan sistem penanaman organik.

Salah satu pelaku usaha hidroponik adalah Mehdy Riza (38). Seorang pria asal Surabaya, Jawa Timur ini sudah menggeluti usaha hidroponik sejak 2014. Nah, Sobat Agri ingin tahu bagaimana kisah selengkapnya? simak ulasan berikut ini.

Awal mula terjun ke Hidroponik

Riza mengatakan awalnya terjun ke hidroponik karena ia melihat peluang soal sayuran berkualitas. Kala itu, pamannya yang mempunyai sebuah kafe membutuhkan bahan-bahan masakan yang bagus, terutama sayuran.

"Dulu awalnya kebetulan karena om saya itu ada cafe. Nah cafe itu butuh bahan yang berkualitas. Waktu itu susah mencari bahan-bahan yang berkualitas terutama sayur mayur. Kemudian kita lihat ada peluang disitu," kata Riza kepada Sariagri.id.

"Saya melihat peluang bahwa bahwa hotel dan resto di Surabaya itu semakin lama semakin banyak dan keren, tapi kok sayurannya gaikutan keren istilahnya," tambahnya.

Bermula dari situlah Riza mulai belajar hidroponik. Ia berangkat ke Jakarta untuk belajar hidroponik selama 1 minggu. Setelah belajar dan sudah percaya diri, akhirnya ia membuka kebun hidroponiknya sendiri.

"Karena ada keingin dan jalan, langsung buka besar di luasan 600 meter persegi. Kita buka karena melihat peluang bisnis," ujarnya.

Riza yang tidak memiliki latarbelakang pertanian itu membuka kebun mengikuti standar operasional yang ia pelajari saat di Jakarta. Mengiktui standar tersebut, ternyata hasil panennya bagus dan mulai berani menawarkan sayurannya kepada banyak orang.

Menjalani Usaha Hidroponik

Dalam menjalani usaha hidroponik, usaha Riza tidak selalu mulus. Ada berbagai kendala dan rintangan yang ia hadapi selama bergelut di dunia hidroponik. Seperti harga yang tidak stabil atau pemasaran yang tidak tersalurkan.

"Hotel dan resto yang gak loyal cukup banyak. Terus beberapa resto tutup, ditambah pandemi juga banyak yang tutup," terangnya.

Selain itu, Riza juga pernah beberapa kali mengalami gagal panen lantaran jenis sayuran yang dibudidayakan tidak sesuai dengan kondisi iklim di kebun.

"Kita fokusnya selada, banyak komplen tentang hama, rasanya keras dan pahit. Itu akhirnya kita berpikir kalau sayur selada tidak cocok di dataran rendah. jadi kita taruh di dataran tinggi," jelasnya

Mengelola Mitra Kebun

Riza yang juga pemilik dari kebun sayur Surabaya itu mengungkapkan bahwa awalnya ia memiliki strategi untuk memiliki kebun di Surabaya. Namun, ketika banyak orang lain yang ikutan buka usaha hidroponik, akhirnya timbul masalah yang membuat harga menjadi turun.

"Belakangan ini kita stop kebun-kebun di surabaya. Kita lebih prefer untuk mengelola mitra. Jadi daripada kompetitor itu merusak harga yaudah kita kerja sama aja. Sampai sekarang kita begitu," tuturnya.

Baca Juga: Pandai Melihat Peluang, Pria Asal Surabaya Ini Sukses Kembangakan Sayuran Hidroponik
Kisah Sarjana Psikologi Alih Profesi: Saya Bangga Jadi Tukang Sayur

"Kebun sendiri masih ada di surabaya, kira-kira 10 ribu lubang tanam. Sisanya dari mitra," sambungnya.

Penjualan

Soal penjualan, Riza mengirimkan sayurannya berfokus di Surabaya dan Sidoarjo. Ia lebih banyak menjual langsung ke hotel, resto, supermarket, end user dan re-seller. Dalam sebulan, ia mengungkapkan bisa meraup omset mencapai ratusan juta rupiah.

"Kita fokus penjualan di Surabya dan sidoarjo saja. Jadi gak sampai ke luar pulau yang lain. Kita kebanyakan langsung ke hotel, resto, supermarket, end user dan reseller tp ga terlalu banyak," pungkasnya.

Video Terkait