Inspiratif! Ini Kisah Sarjana Pendidikan Matematika Terjun ke Pertanian Organik

Ikhsanudin, petani organik asal Magelang (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Sabtu, 15 Januari 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Kisah inspiratif kali ini datang dari seorang pemuda asal Magelang, Ikhsannudin (34) yang sukses mengembangkan pertanian organik dengan menanam stroberi, brokoli dan ubi bit.

Ikhsan panggilan akrabnya bercerita bahwa dirinya tertarik pada dunia pertanian sejak duduk di bangku kuliah. Namun, mengingat ia merupakan jurusan pendidikan matematika, kedua orang tuanya menginginkan dirinya untuk mengajar matematika bukan untuk terjun ke dunia pertanian.

"Orang tua punya harapan anaknya kuliah di pendidikan matematika juga jadi guru matematika. Selepas kuliah saya buka bimbel sambil ngajar. Saya tinggal di dua kota besar Jogja, lalu pindah Semarang. Setiap berangkat dan pulang kerja saya lihat orang sibuk sekali ya diperjalanan," kata Ikhsan kepada Sariagri.

"Saya berpikir orang sebanyak ini makan semua, sebagian besar mereka gada lahan. Dari situ mulai berfikiran dunia pertanian sangat menjanjikan jika digarap dengan profesional," tambahnya.

Memilih Pertanian Orgnaik

Ikhsan memilih pertanian organik karena merasa bahwa tren mengonsumsi makanan sehat kedepannya akan semakin banyak digemari. Ia berkaca pada perusahan yang sudah besar, dimana menurutnya perusahan-perusahan besar itu tidak memulai bisnis ketika tren sudah ada, melainkan mereka memulai ketika tren itu masih menjadi sebuah perbincangan.

"Saya pengin sekali menampilkan pertanian ramah lingkungan walaupun orang-orang belum banyak yang membutuhkan. Tetapi ketika itu booming saya punya harapan nantinya salah satu perusahaan saya bisa mensupply kebutuhan yang jadi tren di masyarakat," ujarnya.

Baca Juga: Inspiratif! Ini Kisah Sarjana Pendidikan Matematika Terjun ke Pertanian Organik
Cerita Sofyan Adi Cahyono, Petani Milenial yang Sukses Kembangkan Sayuran Organik

Menanam Sayuran dan Buah Organik

Ikhsan memiliki 4 greenhouse pribadi dengan luasa sekitar 3.500 meter persegi. Selain itu bermitra dengan Bumdes di luasan 3.000 meter persegi. Ia tidak hanya menanam stroberi tetapi juga mengembangkan brokoli.

"Kalau saat ini malah stroberi (tanam) sedikit, karena ternyata permintaan pasar di brokoli juga sangat tinggi ya. Kita kan bisnis ikut pasar. Tetapi petanir mitra si stroberi itu hampir dua hektar," ujarnya.

Video Terkait