Daun Kelor, Superfood yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Ilustrasi daun kelor (Foter)

Editor: Tanti Malasari - Rabu, 19 Januari 2022 | 19:40 WIB

Sariagri - Kelor adalah tanaman herbal yang paling banyak digunakan hingga saat ini. Hampir seluruh bagian tanaman ini dapat dijadikan obat tradisional. Namun hanya daun dan polongnya saja yang banyak digunakan. Khasiatnya daun kelor memang tidak main-main, sebab ia mengandung banyak nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Bahkan daun ini sering dijuluki superfood, sumber pangan yang kaya manfaat. Pada tahun 2018, Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) sempat memasukkan kelor sebagai Crop of the Month.

Menurut sejarahnya, tanaman kelor berasal dari dataran tinggi Himalaya. Namun saat ini sudah menyebar ke benua Asia hingga Afrika. Tanaman ini bisa tumbuh mencapai 14 meter. Umumnya daun berbentuk bulat seperti telur dan daunnya tersusun secara majemuk di bagian tangkai.

Kandungan daun kelor

Dilansir dari Medical News Today, daun dengan nama latin Moringa oleifera ini, mengandung banyak senyawa baik bagi tubuh. Berdasarkan penelitian, daun ini memiliki antioksidan, yang diketahui jumlah 15 kali lebih banyak daripada pisang, serta antibakteri, antijamur, dan antimikroba.

Nutrisi lain yang terdapat dalam daun ini diantaranya adalah folat, kalsium, kalium, besi, magnesium, fosfor, seng, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, dan vitamin C.Bahkan menurut WebMD, kelor mengandung vitamin C tujuh kali lebih banyak jika dibandingkan dengan jeruk.

Mengobati berbagai macam penyakit

Dilansir dari Healthline, 4 Mei 2018, berikut adalah 5 manfaat daun kelor untuk kesehatan menurut sains.

1. Menangkal radikal bebas

Kandungan antioksidan sangat berperan penting dalam menangkal radikal bebas dalam tubuh. Senyawa antioksidan yang ditemukan dalam daun ini adalah vitamin C, beta-karoten, quercetin, dan asam klorogenat.

2. Menurunkan kadar gula darah

Tingginya kadar gula dalam darah bisa menimbulkan masalah serius pada kesehatan, salah satunya adalah penyakit diabetes. Para peneliti telah melakukan percobaan yang menunjukkan bahwa daun tanaman ini dapat menurunkan kadar gula darah, berkat senyawa seperti isothiocyanate.

3. Mengurangi peradangan

Beberapa ilmuwan mengatakan senyawa isothiocyanate yang terdapat dalam daun kelor bersifat antiinflamasi. Senyawa ini, mampu mengurangi peradangan yang merupakan respons alami dari tubuh jika ada infeksi atau cedera.

4. Menurunkan kolesterol

Kelor mengandung lemak dalam kadar yang sangat rendah dan tidak memiliki kolesterol berbahaya. Dengan begitu, dengan mengonsumsi kelor maka seseorang akan terhindar dari berbagai penyakit berisiko, seperti penyakit jantung.

6. Meningkatkan daya ingat

Selain menangkal radikal bebas, antioksidan serta zat-zat kimia yang terkandung daun ini, diyakini dapat meredakan stres dan peradangan di otak. Hal ini berdampak baik pada kemampuan daya ingat yang semakin meningkat.

Efek samping

Namun semua manfaat itu, bisa efektif jika dikonsumsi dalam batas dan jumlah yang wajar. Perlu diingat, meski kelor adalah tanaman herbal namun mengonsumsi kelor dalam jumlah yang berlebihan, dapat menimbalkan efek samping bagi kesehatan. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut efek samping daun kelor bagi tubuh.

1. Menimbulkan masalah perut

Kelebihan kelor dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan pada perut. Hal ini dikarenakan daun tersebut memiliki sifat pencahar. Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, ditensi gas dan mulas dapat dirasakan oleh tubuh sehingga menyebabkan diare. Oleh karena itu disarankan penggunakan daun ini tidak lebih dari 70 gram per hari.

2. Menyebabkan mual dan muntah

Tanaman herbal ini memiliki rasa yang tidak enak di mulut. Hal ini bisa mengakibatkan seseorang menjadi merasa kurang nyaman sehingga menimbulkan rasa mual atau bahkan muntah. Oleh karena itu jika seseorang tidak menyukai rasa daun ini, maka sebaiknya tidak disarankan untuk dikonsumsi.

Baca Juga: Daun Kelor, Superfood yang Baik untuk Kesehatan Tubuh
Bunga Telang, Tanaman Herbal yang Bisa Obati Berbagai Macam Penyakit

3. Meningkatkan risiko keguguran

Daun ini sangat tidak disarankan untuk ibu hamil. Beberapa orang percaya, jika mengkonsumsi tanaman kelor terutama bagian akar, batang, dan daun dapat menyebabkan kontraksi rahim. Hal ini sangat berbahaya bagi wanita hamil, karena dapat meningkatkan risiko keguguran.

Cara mengonsumsi

Daun kelor bisa dikonsumsi berbagai cara. Untuk kelor yang dikeringkan biasanya dijadikan suplemen makanan dalam bentuk kapsul. Selain itu, daun kelor juga umum dibuat sayur dan dikonsumsi bersama nasi dan lauk-pauk lainnya. Namun ada juga yang menggunakannya dalam bentuk minuman seperti teh kelor, atau air rebusan kelor.

Video Terkait