Lalat Buah Serang Budidaya Cabai di Luar Musim di Bantul

Perangkap kuning yang dipasang pada lahan budi daya tanaman cabai off season di Srigading, Sanden, Bantul. (Dok. Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 14:50 WIB

Sariagri - Kabupaten Bantul, DIY memiliki program uji coba penanaman cabai di luar musim atau off seaosen di lahan pasir di kawasan Srigading, Sanden. Penanaman perdana telah dilakukan pada November tahun lalu dan direncakan panen tidak lama lagi.

Tujuan uji coba untuk mengetahui metoda terbaik menanam cabai off season sehingga petani mendapat harga jual yang baik sekaligus tidak terlalu memberatkan konsumen.

Harga cabai melambung tinggi setiap musim penghujan karena kelangkaan stok. Sebaliknya di musim kemarau harga cabai hancur hingga merugikan petani.

Sayangnya, sejak pekan lalu budidaya cabai off season di Sanden, Bantul mulai diserang hama lalat buah seperti yang biasanya terjadi. Padahal, demplot percontohan ini sudah menggunakan metoda yang bertujuan menghindari organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti lalat buah.

"Sejak pekan lalu banyak cabai yang jatuh ke pasir sudah membusuk. Ternyata, beberapa cabai yang masih di tangkai pun mulai membusuk," ujar seorang petugas perawat tanaman Forum Komunikasi Petani Ngrembaka Nir Sambikala, Sanden, Yuni, Kamis (20/1/2022).

Selain menyerang tanaman cabai di lahan pasir, lalat buah juga menyerang tanaman cabai di lahan persawahan atau lahan basah meski jumlahnya tidak sebanyak yang menyerang tanaman cabai di lahan pasir.

Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) UPTD BPTP DPKP DIY, Rais Sulistyo, menyarankan pengendalian mekanik dan hayati yang bisa diterapkan untuk mengendalikan hama lalat buah. Buah yang busuk, lanjut dia, bisa segera dipetik lalu dimasukkan ke dalam plastik tertutup atau ditimbun ke tanah dengan kedalaman 50 sentimeter.

"Jika sudah jatuh maka sudah ada larva. Lima hari kemudian larva menetas menjadi lalat buah kemudian akan kawin dan bertelur lagi. Kalau cabai buruk tidak diambil, sama saja ternak lalat buah," jelas Rais.

Pengendalian lainnya dapat dilakukan melalui penggunaan perangkap botol berwarna kuning. Bagian dalam botol dicat seluruhnya dengan warna kuning lalu dipasang di dekat tanaman cabai.

Bagian luar botol selanjutnya dipasangi plastik bening dan lem. Spektrum cahaya yang terpantul dari warna kuning botol akan menarik lalat buah dewasa untuk hinggap dan terperangkap pada botol. Cara ini bisa dikombinasikan secara hayati dengan penambahan zat feromon seks yang secara alami membuat lalat buah tertarik.

"Tadi kami sudah uji coba pelekat kuning dengan feromon. Dan ternyata dalam waktu 30 menit sudah banyak lalat buah yang terperangkap dalam pelekat kuning,” kata dia.

Baca Juga: Lalat Buah Serang Budidaya Cabai di Luar Musim di Bantul
Puluhan Petani di Lombok Barat Keluhkan Serangan Penyakit pada Cabai

Kepala Bidang Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul, Imawan Eko Handriyanto mengatakan upaya pengendalian hama sebenarnya telah dilakukan jauh-jauh hari. Salah satunya dengan perangkap kuning berupa lembaran plastik berwarna kuning yang dioleskan lem.

"Kami juga menggunakan pengendalian hayati dengan pupuk hayati. Secara teknis yellow trap untuk perangkap pengendalian lalat buah. Kimiawinya benar-benar ditekan, mengarah ke arah ramah lingkungan," katanya.

Video:

Video Terkait