Goji Berry, Si Merah yang Bisa Cegah Gangguan Penglihatan

Ilustrasi Goji Berry. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 21 Januari 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Sebuah studi baru menemukan bahwa mengonsumsi satu porsi kecil goji berry kering secara teratur dapat mencegah perkembangan degenerasi makula atau gangguan penglihatan terkait usia (AMD) pada orang paruh baya.

AMD adalah penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang tua dan diperkirakan mempengaruhi lebih dari 11 juta di Amerika Serikat dan 170 juta secara global. Studi ini telah dipublikasikan di 'Nutrients Journal'.

"AMD memengaruhi bidang penglihatan pusat dan dapat memengaruhi kemampuan kamu untuk membaca atau mengenali wajah," kata Glenn Yiu, rekan penulis studi dan profesor di Departemen Oftalmologi dan Ilmu Penglihatan.

Melansir Beijing News, para peneliti menemukan bahwa 13 peserta sehat berusia 45 hingga 65 tahun yang mengonsumsi 28 gram (sekitar satu ons, atau segenggam) goji berry lima kali seminggu selama 90 hari meningkatkan kepadatan pigmen pelindung di mata mereka. Sebaliknya, 14 peserta penelitian yang mengonsumsi suplemen komersial untuk kesehatan mata dalam periode yang sama tidak menunjukkan peningkatan.

Pigmen yang meningkat pada kelompok yang mengonsumsi buah ini, lutein dan zeaxanthin, menyaring cahaya biru yang berbahaya dan memberikan perlindungan antioksidan. Keduanya membantu melindungi mata selama penuaan.

"Lutein dan zeaxanthin seperti tabir surya untuk mata," kata penulis utama Xiang Li, kandidat doktor di Program Biologi Nutrisi, sambil memegang seporsi kecil goji berry kering.

"Semakin tinggi lutein dan zeaxanthin di retina, semakin banyak perlindungan yang kamu miliki. Studi menemukan bahwa pada mata normal yang sehat, pigmen optik ini dapat ditingkatkan dengan porsi kecil goji berry setiap hari," tambah Li.

Goji berry adalah buah dari Lycium chinense dan Lycium barbarum, dua spesies semak belukar yang ditemukan di barat laut Cina. Berry kering adalah bahan umum dalam sup Cina dan populer sebagai teh herbal. Mereka mirip dengan kismis dan dimakan sebagai camilan.

Dalam pengobatan Cina, buah ini dikatakan memiliki kualitas "mencerahkan mata".

Li dibesarkan di Cina utara dan menjadi penasaran apakah ada sifat fisiologis untuk mencerahkan mata. "Ada banyak jenis penyakit mata, jadi tidak jelas penyakit 'pencerah mata' mana yang ditargetkan," kata Li.

Dia meneliti senyawa bioaktif dalam buah ini dan menemukan bahwa mereka mengandung lutein dan zeaxanthin dalam jumlah tinggi, yang diketahui dapat mengurangi risiko penyakit mata yang berhubungan dengan AMD. Bentuk zeaxanthin di dalamnya juga merupakan bentuk yang sangat bioavailable, menurut Li, artinya mudah diserap dalam sistem pencernaan sehingga tubuh dapat menggunakannya.

Perawatan saat ini untuk AMD tahap menengah menggunakan suplemen makanan khusus, yang disebut AREDS yang mengandung vitamin C, E, seng, tembaga dan lutein, dan zeaxanthin. Belum ada terapi yang diketahui berdampak pada tahap awal AMD.

Yiu mengatakan, penyebab AMD kompleks dan multifaktorial serta melibatkan campuran risiko genetik, perubahan terkait usia, dan faktor lingkungan seperti merokok, diet, dan paparan sinar matahari. Tahap awal AMD tidak memiliki gejala, namun, dokter dapat mendeteksi AMD dan masalah mata lainnya selama pemeriksaan mata komprehensif reguler.

Baca Juga: Goji Berry, Si Merah yang Bisa Cegah Gangguan Penglihatan
Mengandung Tinggi Serat, Ini 5 Buah yang Cocok Dikonsumsi untuk Lancarkan BAB

"Studi kami menunjukkan buah ini merupakan sumber makanan alami, dapat meningkatkan pigmen makula peserta sehat selain mengonsumsi suplemen nutrisi dosis tinggi," kata Yiu.

"Langkah selanjutnya untuk penelitian kami adalah memeriksa goji berry pada pasien dengan AMD tahap awal," tambah Yiu.

Meskipun hasilnya menjanjikan, para peneliti mencatat bahwa ukuran penelitiannya kecil dan penelitian lebih lanjut akan diperlukan. Penelitian juga melibatkan Roberta R. Holt, Carl L. Keen, Lawrence S. Morse, dan Robert M. Hackman dari University of California, Davis.

Video Terkait