Penelitian: Ganja Menyebabkan Gangguan Kognitif Terus-menerus

Ilustrasi budi daya ganja. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 21 Januari 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Sebuah penelitian menemukan penggunaan ganja dapat menyebabkan gangguan kognitif akut yang dapat berlanjut usai periode keracunan. Meta-review yang dipimpin oleh Kanada ini menggabungkan temuan dari 10 meta-analisis yang mewakili lebih dari 43.000 peserta.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal ilmiah Addiction ini menemukan bahwa keracunan ganja menyebabkan gangguan kognitif kecil hingga sedang di berbagai bidang, termasuk membuat keputusan, membaca dan mendengarkan, kemampuan untuk mengingat apa yang dibaca atau didengar, serta untuk Kesehatan.

“Studi kami memungkinkan kami untuk menyoroti beberapa area kognisi yang terganggu oleh penggunaan ganja, termasuk masalah konsentrasi dan kesulitan mengingat dan belajar, yang mungkin berdampak besar pada kehidupan sehari-hari pengguna,” ujar penulis studi Alexandre Dumais Associate Clinical Profesor Psikiatri di Universite de Montreal, melansir Neuroscience News, Jumat (21/1/2022).

Selain itu, ia menuturkan penggunaan ganja di usia muda dapat berakibat pada menurunnya pencapaian pendidikan, sedangkan pada orang dewasa, kinerja kerja menjadi memburuk dan dapat membahayakan nyawa bila mereka sedang berkendara.

Baca Juga: Penelitian: Ganja Menyebabkan Gangguan Kognitif Terus-menerus
Ilmuwan: Ganja Mampu Mencegah Infeksi pada COVID-19

“Konsekuensi ini mungkin lebih buruk pada pengguna regular dan berat,” papar Dumais.

Untuk diketahui, ganja merupakan salah satu zat psikoaktif yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Saat ini, beberapa negara termasuk Indonesia sedang mempertimbangkan penggunaan ganja sebagai pengobatan, dengan melakukan penelitian dan uji klinis.

Hal ini dilakukan untuk memahami risiko kognitif yang terjadi saat seseorang menggunakan ganja, terutama pada orang muda yang otaknya sedang dalam fase perkembangan yang signifikan.

Video Terkait