Faktor Penting yang Harus Dilakukan dalam Merawat Bunga Mawar

Mawar mini Rosmarun dikenal akan keindahannya karena memiliki bunga mempesona. (Foto:Balithi Kementan)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: Reza P - Sabtu, 22 Januari 2022 | 14:00 WIB

Sariagri - Bunga mawar adalah tanaman yang banyak ditanam masyarakat Indonesia. Popularitasnya tetap tinggi meski tanaman hias baru terus bermunculan silih berganti.

Bagi para pecintanya, bunga ini adalah primadona yang mempesona. Ia bisa menambah estetika suatu rumah, berkat kecantikan dan warna dari bunga yang bermekaran.
Jika kamu tertarik untuk menanamnya, berikut ini adalah beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan dalam merawat bunga mawar.

Pencahayaan

Pencahayaan adalah hal penting pertama yang harus diperhatikan. Menurut buku Budidaya Mawar (2015) yang ditulis oleh Abrar Adiparaya, mawar memerlukan sinar matahari demi berlangsungnya fotosintesis. Oleh karena itu sebaiknya letakkan tanaman mawar di tempat yang terkena cahaya matahari secara langsung selama kurang lebih 5-6 jam. Selain itu, tanaman mawar yang mendapat cukup cahaya matahari, akan lebih rajin berbunga dan punya batang yang lebih kokoh.

Penyiraman

Dalam sehari tanaman mawar harus disiram sebanyak dua kali, saat pagi dan sore. Namun jika cuaca di daerah kamu sedang panas, maka penyiraman bisa dilakukan hingga tiga kali, yakni pagi, siang dan sore. Lain halnya jika musim hujan, tanaman mawar cukup disiram sehari sekali saja agar akar tidak busuk.

Penyemprotan

Saat musim hujan tiba, terutama jika tanaman mawar terkena air hujan, jangan lupa untuk melakukan penyemprotan. Hal ini tujuannya agar air hujan turun dari tanaman, sebab kandungan air hujan bisa mendatangkan hama pada tanaman mawar, seperti hama wereng hijau.

Suhu

Selain cuaca, suhu juga bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman mawar. Tanaman ini pada dasarnya cocok pada wilayah yang memiliki suhu sekitar 18-26 derajat celcius, dengan kelembapan 70-80 persen. Suhu ini dimiliki oleh dataran tinggi dengan ketinggian 500-1.500 meter di atas permukaan laut.

Media tanam

Selanjutnya adalah faktor media tanam. Media terbaik untuk tanaman mawar, yakni yang memiliki sifat subur, gembur, mudah mengikat air dan memiliki bahan organik. Semua sifat itu berperan dalam pertumbuhan tanaman, karena membantu penyerapan unsur hara atau makanan bagi tanaman, agar subur dan sehat.

Pupuk

Selain media tanam, dan air, pemberian pupuk juga penting diberikan sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman mawar. Gunakan pupuk kandang atau pupuk alami atau pupuk NPK, yang memiliki unsur hara, yakni nitrogen, fosfor, dan kalium. Namun jangan berikan pupuk terlalu sering, cukup sebulan sekali, dengan cara menaburkan atau menyiram pupuk tersebut diatas media tanam.

Baca Juga: Faktor Penting yang Harus Dilakukan dalam Merawat Bunga Mawar
Pisang Cavendish, Buah Tropis Asal Indonesia yang Sering Disangka Impor

Perlindungan terhadap hama

Tanaman ini bisa dikatakan rentan terhadap hama. Oleh sebab itu, sebelum terkena lakukan pencegahan dengan memberikan pestisida untuk mencegah datangnya hama. Gunakan jangan terlalu sering, cukup dengan seminggu atau dua minggu sekali, agar tanaman tidak kering akibat bahan kimia.

Pemotongan batang dan daun

Jangan sepelekan, pemotongan batang pada tanaman mawar juga penting dilakukan. Apabila batang dan daun sudah terlihat mulai kering, sebaiknya dipotong saja. Hal ini justru membantu tanaman untuk menghasilkan bunga lagi dan menjaganya agar tetap sehat.

Video Terkait