Prihatin Regenerasi, Petani Milenial Ini Kembangkan Tanam Cabai Sistem Tumpang Sari

Petani milenial Riyadul Muslim (35) berhasil mengembangkan pertanian cabai jablai dengan sistem tumpang sari. (Sariagri/Akbarda Winardi)

Editor: Reza P - Sabtu, 22 Januari 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Seorang petani milenial Riyadul Muslim (35) berhasil mengembangkan pertanian cabai jablai dengan sistem tumpang sari.

Dilahan seluas 7.000 meter di kawasan Kelurahan Kayu Manis, Kota Bogor, Riyadul menanam 11.000 pohon cabai jablai.

Tidak hanya itu, dengan sistem tumpang sari, Ia pun menanam paria di lahan yang sama. Dengan begitu ia bisa mendapat untung lebih untuk menekan ongkos produksi.

Riyadul bercerita ketertarikannya di dunia pertanian bukan atas dasar keuntungan ekonomi semata. Namun Ia khawatir ke depan tidak ada lagi regenerasi petani jika tidak ada kaum milenial yang mau belajar bertani.

"Iya kalau tidak mulai dari sekarang masa mau nunggu nanti, karena memang bisa kita lihat dari 100 orang milenial belum tentu semuanya paham cara mengolah lahan, jangankan olah lahan mencangkul saka mungkin tidak tau, dari situ kemudian saya tertarik untuk belajar dan terjun ke dunia pertanian," ujar pria yang akrab disapa Oi ini.

Baca Juga: Prihatin Regenerasi, Petani Milenial Ini Kembangkan Tanam Cabai Sistem Tumpang Sari
Petani Milenial Raup Omzet Rp70 Juta Sekali Panen Cabai, Ini Kisahnya

Sementara itu dari sisi ekonomi, ia menilai ada dua potensi yang bisa dikembangkan.

"Saya melihat didunia pertanian ini ada basis potensi ekonomi yang menjanjikan, selain kita bisa melakukan budidaya pertanian kita juga bisa mengembangkan potensi agribisnisnya," lanjutnya.

Sistem tumpang sari dilakukan di lubang pohon cabai yang tidak maksimal, sehingga lubang yang tidak terpakai bisa digunakan untuk menanam tanaman lain seperti yang dilakukannya dengan menanam paria.

"Jadi kita juga bisa menekan ongkos produksi, hasil utamanya adalah cabai hasil tambahannya paria," katanya.

Video Terkait