Sempat Ditentang Sang Suami, ibu Rumah Tangga Ini Sukses Kembangkan Sayuran di Atap Rumah

Ilustrasi hidroponik (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 23 Januari 2022 | 23:00 WIB

Sariagri - Lahan sempit tidak menjadi penghalang setiap orang untuk bertani. Ini lah yang dilakukan ibu rumah tangga,Rossaline Tandow. Selama beberapa tahun, ia telah berhasil mengembangkan kebun hidroponik di atap rumahnya.

Ide membuat kebun hidroponik berawal setelah ia melihat milik temannya. Setelah itu ia pun mencoba untuk menanam di lahan sempit yang ada di rumah ibunya.

Sayang, tanaman tersebut tidak dapat tumbuh dengan baik hingga akhirnya dia mulai menanam di rumahnya.

"Awalnya saya liat rak hidroponik punya teman terus saya coba bikin di rumah ibu saya. Cuma karena lahannya sempit, jadi tanamannya enggak bagus dan enggak bisa dewasa," ungkapnya saat dihubungi Sariagri, beberapa waktu lalu.

"Tanamannya jadi kurus-kurus karena enggak dapat matahari yang cukup. Jadi saya pindahkan ke rumah saya," lanjut dia.

Namun, keputusan untuk pindah ke rumah pribabadinya juga tidak mudah. Karena sang suami yang tidak suka tanaman sempat menentang keinginannya untuk membuat kebun di rumah.

"Kalau saya bangun di rumah sebenarnya butuh usaha ekstra. Karena suami suami saya itu enggak suka tanaman tadinya. Menurut dia, nanem itu bisa jadi sarang semut tapi saya ngotot dan bilang mau nanem di atas (rumah)," jelasnya.

Akhirnya, Elin perlahan dan bertahap membangun rak hidroponik di rumahnya. Mulai dari menggunakan sterofoam hingga akhirnya memiliki rak hidroponik yang terbuat dari baja ringan.

Selama menjalankan kegiatan sebagai petani urban di atap rumah, Elin mengaku menghadapi berbagai tantangan, seperti cuaca, kesulitan saat mengangkut hasil sayuran dan juga pemasaran.

"Kalau tantangan sih banyak. Kalau di atap rumah tuh pertama angin ya, itu udah enggak bisa dilawan. Jadi saya harus pintar-pintar bikin rak yang tahan dengan angin karena pas awal, rak saya pernah hampir terbang kebawa angin," kata dia.

"Kalau komoditas, saya sekarang banyak selada impor. Dulu, sebenarnya sawi tapi kan kalau sawi banyak ya di pasar jadi agak susah jualnya, kalau selada masih lumayan gampang apalagi impor," lanjutnya. Baca Juga: Sempat Ditentang Sang Suami, ibu Rumah Tangga Ini Sukses Kembangkan Sayuran di Atap Rumah
Kisah Sukses Andreas Secara Otodidak Bangun Perkebunan Andaliman di Ciwidey



Ke depannya, Elin ingin terus mengembangkan terus kebun hidroponik di rumahnya dan terus mencoba menanam berbagai jenis komoditas. Ia juga mengaku akan terus belajar mengenai cara bertanam yang lebih baik lagi.

"Saya sih inginnya bisa terus mengembangkan kebun saya ya. Terus saya juga masih terus belajar karena dari awal memang otodidak. Jadi, saya akan terus mencari info lewat komunitas dan media sosial," pungkasnya.  

Video terkini:

Video Terkait