Cerita Ismail Kembangkan Usaha Hidroponik di Kaki Gunung Salak, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Mohammad Ismail, petani hidroponik asal Bogor (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Minggu, 23 Januari 2022 | 22:00 WIB

Sariagri - Tren urban farming semakin banyak diminati oleh masyarakat beberapa tahun belakangan ini. Salah satu bentuk praktiknya adalah menggunakan sistem hidroponik, yaitu sistem pertanian yang menggunakan media tanam air.

Hasil panen dari urban farming juga dinilai menyehatkan lantaran menerapkan sistem penanaman organik. Salah satu penggiat hidroponik adalah Mohammad Ismail (40 tahun), pemilik dari kebun MJI Farm yang berlokasi di kaki Gunung Salak tepatnya Desa Sukajaya, Kecamatan Taman Sari, Kabupaten Bogor.

Ismail mengatakan awalnya dengan modal pas-pasan ia membuat kebun hidroponik di luasan 300 meter persegi dengan 4.000 lubang tanaman. Namun, kala itu hasil panennya belum terjual semua.

"Hasil (panen) pertama itu gak semuanya ke jual sih karena belum banyak jaringan dan menjualnya belum banyak link ya. Setelah berjalan seiring waktu dengan relasi dan pertemanan, ya akhirnya ketemulah buyer-buyer," ujar Ismail kepada Sariagri.

Ismail yang sudah menjalani sebagai petani hidroponik sejak 7 bulan lalu. Kini di awal tahun, ia menambah lubang tanaman hidroponiknya sebanyak 1.300 lubang tanam untuk pengembangan.

"Alhamdulillah saat ini kita survive 6 atau 7 bulan. Seiring berjalan di awal tahun ini nambah sekitar 1300 lubang tanam, yang mana itu akan saya kembangkan untuk tanaman kangkung dan caisim," katanya.

"Dari awalnya kami beli nutrisi yang harganya mahal, kini sudah meracik nutrisi sendiri. seiring waktu berjalan dengan ilmu, kenalan dan relasi," tambahnya.

Ismail mengakui kini masih terkendala dalam hal penjualan. Sebab, ia masih terus mencari dan berproses untuk mendapatkan buyer distributor yang konsisten.

Menanam Berbagai Jenis Sayuran

Ismail mengungkapkan bahwa ia menanam jenis sayuran berdasarkan permintaan, seperti selada pakcoy, caisim dan kale. Ia sebelumnya juga pernah menanam bayam tetapi sekarang tidak pernah lagi.

Baca Juga: Cerita Ismail Kembangkan Usaha Hidroponik di Kaki Gunung Salak, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan
Petani Milenial asal Aceh Bagikan Tips Bertani Hidroponik untuk Pemula

"Bayam tidak akan kami tanam lagi, karena durasi panennya cukup lama harga jualnya juga murah," terangnya.

Dalam budidayanya, Ismail menggunakan metode hidroponik NFT (Nutrient Film Technique). Ia menggunakan metode tersebut lantaran sudah merasa cocok dengan kondisi iklim dan lanskap kebun miliknya,

Soal omzet, Ismail mengakui bisa meraup jutaan per bulan dari sayuran hidroponiknya. "Omzet sih dari 5.000 lubang tanam, rata-rata omset Rp4,5 juta," pungkasnya.

Video Terkait