Petani Milenial asal Aceh Bagikan Tips Bertani Hidroponik untuk Pemula

Obi, petani milenial asal Aceh Tamiang (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Minggu, 23 Januari 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Pada beberapa tahun terakhir, tren urban farming semakin banyak diminati oleh kalangan muda masyarakat Tanah Air. Salah satu bentuk praktiknya adalah menggunakan sistem hidroponik.

Hidroponik itu sendiri merupakan sistem pertanian yang menggunakan media tanam air. Hasil panen dari urban farming juga dinilai menyehatkan lantaran menerapkan sistem penanaman organik.

Seorang petani milenial asal Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang bernama Muhammad Al Faraby SKM (25) atau biasa dipanggil Obi sudah memulai usaha hidroponiknya sejak 2018.

Obi mengatakan bahwa semakin banyaknya generasi muda yang terjun ke hidroponik merupakan satu langkah yang baik. Menurutnya, anak muda zaman sekarang memang sudah harus bergerak untuk memikirkan bangsa lewat pertanian.

"Para orang tua akan semakin menua dan lemah soal tenaga. Nah disini tugas anak muda untuk melanjutkan. Mudah-mudahan dengan tenaga yang masih kuat dan sistem yang sudah sedikit lebih maju, diharapkan dapat setidaknya menjaga ketahangan panngan di Indonesia," kata Obi kepada Sariagri.

Tips Berhidroponik bagi Pemula

Obi yang juga pemiliki dari Aceh Hidroponik itu membagikan tips bagi para pemula yang ingin menanam hidroponik. Namun, sebelum menanam menurutnya para pemula harus mendalami ilmu hidroponik terlebih dahulu secara matang.

"Untuk pemula saya sarankan belajar saja terlebih dahulu untuk mendapatkan ilmunya. Jadi pahami dulu cara semai yang baik sampai pada akhirnya nanti panen," ujarnya.

Sayuran dan Metode

Obi menyarankan bagi para pemula yang ingin berhidroponik untuk menanam jenis sayuran kangkung. Sebab, kangkung tergolong sayuran yang mudah tumbuh dan lebih kuat dibanding sayuran lainnya.

Selain itu, para pemula juga bisa memulai hidroponik dengan metode yang tidak terlalu banyak model. Cukup dengan pemanfaatan barang-barang bekas, seperti botol air minuman atau keranjang.

"Ketika sudah bisa 2 sampai 3 kali panen dan sudah mantap pertumbuhannya, baru mungkin bisa dipakai dengan sistem DFT atau rakit apung," ucapnya.

Menambah Relasi

Obi menjelaskan salah satu langkah awal untuk memulai relasi dan promosi bisa dari media sosial, seperti grup whatsapp dan Instagram. Kemudian pelan-pelan kedepannya dibuatkan event untuk memamerkan sayuran.

Baca Juga: Petani Milenial asal Aceh Bagikan Tips Bertani Hidroponik untuk Pemula
Kisah Ashanu Gony, Petani Milenial Depok yang Geluti Pertanian Hidroponik

"Nanti coba pelan-pelan dibuatkan event untuk dipamerkan sayurannya, nanti Insya Allah jaringan atau relasi akan dapat sendiri," jelasnya.

Tidak Menyerah Selama Proses Penanaman

Ketika dalam proses penanaman mendapati kegagalan, Obi menegaskan untuk para pemula tidak mudah menyerah. "Dipelajari lagi gagalnya dimana sampai akhirnya bisa panen. Karena panen adalah hal yang selalu diharapkan petani. Kalau kita belum panen aja sudah menyerah, bagaimana kita mau mencoba hal-hal yang lebih berat lagi nanti dikemudian hari," pungkasnya.

Video Terkait