Singkong, Makanan Kampung yang Punya Khasiat Menakjubkan bagi Tubuh

Ilustrasi Singkong (Freepik)

Penulis: Gloria, Editor: Dera - Senin, 24 Januari 2022 | 12:00 WIB

Sariagri - Singkong biasa disajikan sebagai teman untuk menikmati secangkir kopi atau teh. Namun tak jarang, makanan tradisional ini digunakan sebagai pengganti nasi.

Melansir berbagai sumber, makanan ini mengandung nutrisi yang penting untuk tubuh. Setidaknya, dalam 100 gram singkong terdapat kandungan gizi seperti air 61,4 gram, karbohidrat 36,8 gram, energi 154 kalori, protein 1,0 gram, serat 0,9 gram dan lemak 0,3 gram. Adapun kandungan lainnya seperti kalium 394 miligram, kalsium 77 miligram, vitamin C 31 miligram dan fosfor 24 miligram.

Manfaat singkong juga sangat beragam, seperti menambah energi, mencegah sembelit, mengendalikan kadar gula darah, menjaga fungsi jaringan tubuh dan mempertahankan elastisitas kulit.

Namun kamu wajib waspada ya Sobat Agri, karena makanan ini juga memiliki kandungan racun yaitu sianida alami, sehingga dilarang mengonsumsinya dalam keadaan mentah.

Racun HCN atau Hydrogen cyanide di dalamnya merupakan sebutan untuk asam sianida. Kandungan HCN pada ubi kayu ini terbagi menjadi tiga yaitu rendah, sedang dan tinggi. Untuk kadar HCN rendah biasanya kurang dari 50mg/kg umbi dan rasanya cenderung manis. Untuk kandungan sedang berada di 50-100 mg/kg dengan rasa sedikit pahit tetapi aman dikonsumsi. Untuk kadar HCN tinggi mengandung lebih dari 100 mg/kg dan rasanya sangat pahit.

Ciri-ciri tanaman singkong

Umbi-umbian yang kerap disebut ketela pohon atau ubi kayu ini dalam bahasa Jawa disebut pohong. Bernama latin Manihot esculenta, tanaman ini memiliki akar pohon yang panjang dengan rata-rata memiliki garis di tengahnya sekitar 2-3 cm dengan panjang 50-80 cm.

Tanaman ini juga dapat tumbuh dengan tinggi mencapai 1,5-4 meter, di mana daging umbinya memiliki warna putih atau kekuning-kuningan. Sementara akarnya dapat masuk hingga kedalaman 0,5- 0,6 meter yang sebagian besar akarnya digunakan untuk menyimpan bahan makanan seperti karbohidrat.

Para petani biasanya membudidayakan tanaman ini dengan jenis yang berbeda, namun tentu saja yang aman dan layak untuk dikonsumsi yah Sobat Agri. Di mana umbinya bisa dimanfaatkan untuk sumber karbohidrat dan daunnya bisa digunakan sebagai sayuran. 

Produk olahan 

Jika dahulu makanan ini terkesan ndeso dan kampungan, namun jangan salah Sobat Agri, karena olahan singkong kini bisa menjadi produk pangan pangan kekinian lho. Salah satunya adalah Singkong Thailand yang merupakan makanan penutup yang cukup digemari dan banyak disajikan di hotel maupun restoran.

Kudapan khas masyarakat Thailand tersebut kini juga banyak digemari masyarakat Indonesia. Cara pembuatannya pun cukup mudah, yaitu dengan menyiapkan bahan utamnya seperti ubi kayu, daun pandan, santan, tepung maizena, vanili, garam dan air. 

Selain diolah menjadi makanan modern tadi, ubi kayu ini juga bisa diolah menjadi kripik singkong dan lainnya, tergantung jenis ubi kayu yang digunakan. 

Baca Juga: Singkong, Makanan Kampung yang Punya Khasiat Menakjubkan bagi Tubuh
5 Manfaat Luar Biasa Mengonsumsi Air Rebusan Daun Singkong

untuk jenis gajah  biasadibuat sebagai keripik,opak, tepung dan bahan bioetanol. Sementara ubi kayu asal Cimanggu, Jawa Barat biasanya dibuat sebagai keripik, tape, getuk dan gorengan.

Unutk ubi kayu putih dengan tekstur keras biasanya dikukus atau direbus. Sementara untuk jenis ubi kayu raksasa biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, namun bisa juga diolah sebagai makanan seperti tape, getuk dan gorengan.

Video Terkait